Thursday, 24 August 2017

Pemerintah Pusat Tidak Perduli Macet di Puncak

Kamis, 23 Agustus 2012 — 8:31 WIB
puncak-macet

BOGOR (Pos Kota)- Kawasan wisata Puncak, Bogor macet. Sepertinya suasana seperti ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun. Bahkan belakangan ini kemacetan semakin menjadi-jadi tidak terkendali.

Berbagai cara sudah dilakukan polisi. Utamanya sistem buka tutup. Tetapi itu tidak menyelesaikan masalah. Kemacetan terutama saat libur panjang tak bisa dihindari.

Liburan ke Puncak sebenarnya bukan untuk menghilangkan stress tetapi justru menambah stres. Anehnya meski Puncak tidak pernah sepi dari macet, pengunjung lokasi wisata berhawa sejuk ini semakin bertambah. Tidak kapok meski saat menghadapi macet marah-marah dan kesal,

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hery Santoso menegaskan, kemacetan di kawasan Puncak sering terjadi karena infrastuktur jalan tidak memadai untuk menampung puluhan ribu kendaran. “Yang masuk dan melintas di kawasan Puncak sudah tak sebanding dengan kapasitas jalan yang masih sama. Sementara jumlah kendaraan setiap tahunnya terus meningkat,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Rachmat Yasin menilai, pemerintah pusat tak memperhatikan masalah kemacetan arus lalu lintas di sepanjang jalur Puncak.

”Sikap pemerintah pusat kurang tanggap terhadap kemacetan lalu lintas di jalur Puncak dan Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi), yang terjadi setiap hari,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah hanya tanggap dengan kondisi kemacetan Puncak yang terjadi setiap akhir tahun. Berbeda dengan jalur Nagrek, Garut yang belum lama ini telah mendapat perhatian pemerintah dengan pembangunan jalan

Saat ini, kata dia, pemkab sedang merencanakan pembangunan jalan alternatif jalur Puncak dengan membangun jalan dari Sentul menuju Cipanas, Cianjur sehingga kesemrawutan bisa diatasi lalu lintas. Ia berharap, pembebasan lahan untuk Tol Bocimi bisa segera selesai sehingga pembangunan cepat selesai. (iwan)