Kamis, 23 Agustus 2012 18:34:23 WIB

Tidak Patuhi Imbauan Guberur

Ribuan PNS Pemprov DKI ‘Membangkang’

fokesidak238

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemprov DKI Jakarta ‘membangkang’ imbauan Gubernur, Fauzi Bowo. Pasalnya meski orang nomor satu di ibukota telah meminta pegawainya tidak memperpanjang cuti liburan Lebaran, namun mereka tetap mangkir di hari pertama kerja, Kamis (23/8).

Hal tersebut terungkap setelah Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melakukan sidak hari pertama kerja di Balaikota. Dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tercatat 938 pegawai cuti dan 165 pegawai lainnya izin.

Kepala BKD DKI Jakarta, Budihastuti mengatakan, kebijakan untuk memberikan cuti terdapat pada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing. “Pemberian cuti itu kebijakan atasan langsung, ada cuti melahirkan dan lain sebagainya. Tapi kalau bisa diundur cutinya kita tetap minta ditunda. Yang penting jangan sampai menggangu pelayanan masyarakat,” kata Budi.

Sedangkan khusus untuk pejabat eselon II memang tidak diperbolehkan mengambil cuti. Sementara itu, jika izin lebih dari tiga hari maka PNS diharuskan ambil cuti. “Jadi kalau hanya satu hari maka PNS bisa izin, tetapi kalau sudah lebih dari tiga hari harus mengambil cuti,” jelasnya.

Kendati demikian, jika dikalkulasi, Budi mengungkapkan jumlah pegawai yang tidak masuk di hari pertama kerja pasca Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2011 lalu, tercatat sebanyak 565 PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kedapatan tidak masuk pada hari pertama kerja setelah libur lebaran, yang terdiri dari 304 pegawai cuti, 9 pegawai tanpa keterangan, 178 pegawai sakit, dan 74 pegawai lainnya mengajukan izin.

Sedangkan untuk tahun ini, dari 77.428 PNS, hanya sebanyak 37.244 pegawai yang masuk, 280 orang sakit, 165 orang izin, 938 orang cuti, 10 orang alpa, dan 38.791 merupakan guru, serta pegawai shift yang usai piket yakni petugas pemadan kebakaran dan Satpol PP.

Bagi PNS yang terbukti tidak masuk kerja tanpa keterangan, akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pemecatan sesuai dengan Peraturan Pemerintahan (PP) No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), juga akan diberikan teguran atau peringatan tertulis. Surat teguran tersebut akan berdampak dalam pengembangan karirnya.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengakui bahwa sebelumnya telah mengimbau seluruh PNS untuk tidak mengambil cuti tambahan usai Lebaran. Himbauan tersebut dikeluarkan semata agar pelayanan masyarakat bisa terus berjalan.

Ia mengatakan terus memantau kinerja pegawainya. Dirinya melihat disiplin waktu PNS DKI Jakarta terus membaik. “Saya lihat tadi (saat melakukan sidak) dispilin karyawan DKI membaik. Kemudian dari komentar catatan dan apresiasi Kementerian Aparatur Negara itu DKI paling tinggi displinnya,” tegasnya.(guruh)

Teks : Gubernur DKI Fauzi Bowo saat sidak PNS yang bolos (toga)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.