Thursday, 20 September 2018

Banyak Maskapai Delay Pesawatnya

Jumat, 24 Agustus 2012 — 17:02 WIB
Batavia Air-parkir-n

JAKARTA (Pos Kota) – Lagi-lagi sejumlah maskapai mengalami delay atau terlambat masuk ke bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Posko nasional angkutan Lebaran Kementrian Perhubungan mencatat pada H+3 ada lima maskapai nasional mengalami keterlambatan.

Kelima maskapai yang mengalami delay yakni Batavia Air, Lion Air, Indonesia Air Asia, Merpati Nusantara Airlines, dan Garuda Indonesia. Delay ini dipantau sejak Kamis (23/8/2012) pukul 20.00 hingga Jumat (24/8/2012) pukul 08.00 , dengan delay terbanyak dicatat maskapai Lion Air sebanyak sembilan jadwal penerbangan.

Dalam laporan Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 di Kementerian Perhubungan disebutkan keterlambatan terjadi pada 15 jadwal penerbangan keberangkatan domestik..

Lion Air mengalami keterlambatan terbanyak yaitu sembilan jadwal penerbangan, Batavia Air tiga penerbangan, sedangkan Indonesia Air Asia, Merpati Nusantara Airlines dan Garuda Indonesia masing-masing satu penerbangan.

Waktu keterlambatan beragam antara 16 hingga 72 menit.  Penyebab keterlambatan sampai saat ini masih dihimpun oleh Posko Angkutan Lebaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Di posko ini tercatat juga jumlah penumpang berangkat penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta pada H+3 sebanyak 54.443 penumpang atau turun 0,27% bila dibandingkan pada periode yang sama 2011 sebanyak 54.588 penumpang.

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin mengatakan delay keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta tentu ada karena kepadatan dengan bertambahnya pergerakan pesawat, juga karena adanya crew rotation (rotasi kru).

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan beberapa penerbangan  mengalami keterlambatan disebabkan karena faktor alam yaitu adanya kabut di Pekanbaru dan Tanjungkarang (di pagi hari), dan karena adanya asap di Pontianak.

Manajer Humas Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan keterlambatan terbang ini karena masalah teknis  (technical problem) namun hal itu demi keselamatan penerbangan, sehingga berefek domino pada penerbangan berikutnya. (dwi/dms)

foto: Dok