Tuesday, 18 September 2018

Warha Kuningan Barat

Memanfaatkan Lahan Kosong Untuk Kepentingan Bersama

Jumat, 24 Agustus 2012 — 11:41 WIB
camatoon248

DIMANA ada kemauan, pastilah ada jalan. Hal inilah yang digalang warga di RT 07/RW 03 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan untuk berbenah diri.

Salah satunya dimulai dengan memanfaatkan ‘lahan tidur’ seluas empat
ribu meter persegi (M2) menjadi lahan produktif. Selain mampu mencetak duit, juga berhasil menyulap lingkungan yang semula gersang dan kumuh menjadi lebih kinclong dan yang pasti ijo royo-royo.

Ketua RW 03 Kelurahan Kuningan Barat, Jouce Kawun didampingi Ketua RT 07/04, Kartini Sutan,70, menjelaskan di lingkungan mereka sudah lama terdapat lahan kosong milik satu pengembang yang belum dimanfaatkan. Padahal luasnya lumayan berkisar 4 ribu M2.

“Hati kami miris melihat lahan kosong yang menganggur dan dipenuhi
rumput ilalang yang rawan ular. Selain itu juga rawan terjangkit demam berdarah dengue (DBD) karena banyak nyamuk,” kenang Jouce Kawun, Jumat (24/8).

Warga pun berunding dan akhirnya sepakat untuk menyingsingkan lengan
baju menggarap lahan tidur tersebut. Secara bertahap tapi pasti lahan yang ada menjadi sasaran warga untuk ditanami berbagai sayuran.

Diantaranya sawi hijau, terong, selada, bayam, kangkung, kacang
panjang, tomat, cabe merah dan bawang merah. Lahan produktif sayuran
ini dinamakan warga sebagai Lumbung Padi dan bersatu melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) ‘Aloevera’.

Saat cabe merah tahun lalu melesat hingga Rp60 ribu per kilogram,
warga khususnya ibu rumah tangga setempat tak perlu kepusingan.
“Kami cukup memetik di kebun dan tinggal nyambal di rumah
masing-masing,” ujar Kartini Sutan.

Pemanfaatan lahan ini kian lengkap menyusul partisipasi ibu-ibu
penjual jamu gendong yang ikut bertani dengan menanam sejumlah tanaman obat keluarga (toga). Dimotori Kartini Sutan yang belakangan menjadi perintis berdirinya Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) ‘Lestari’. Untuk kaderisasi, sejak 2009 UP2K Lestari dipercayakan kepada Lasmi.

Dijelaskan Kartini, di lahan toga kini sedikitnya ada 126 jenis Toga
yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk konsumsi pembuatan jamu
gendong. Selebihnya hasil budidaya toga maupun sayur mayur dijual ke
warga sekitar.

Warga RW 03 senang dan bersyukur kerja keras mengolah lahan tidur
ternyata tak sia-sia. Hasil penjualan toga dan sayur mayur lumayan
bisa menambah uang dapur. “Dan yang pasti lingkungan kami jadi lebih
semarak dan tak lagi seram apalagi kumuh dan gersang,” katanya senang yang diamini para warga lainnya.

Camat Mampang Prapatan, Agus Irwanto didampingi Ketua TP-PKK Kecamatan Mampang Prapatan, Laila Saphira Murni A. Irwanto dan Lurah Kuningan
Barat, Fachruddin AP memberi apresiasi khusus terhadap kiprah warga RT
07/03 atas kepeduliannya dalam memanfaatkan lahan tidur yang kini
bernilai ekonomis melalui pengembangan usaha mikro.

Terlebih lagi pemanfaatan lahan toga yang digeber UP2K Lestari
mengantarkan Kelurahan Kuningan Barat menjadi juara pertama se-Jaksel tahun 2012 dan pada tahun yang sama tampil sebagai juara kedua tingkat DKI Jakarta.

“Pemanfaatan lahan dan pekarangan toga dan sayuran sebagai bagian dari usaha mikro akan terus digenjot kepada seluruh warga demi meningkatkan kesejahteraan warga itu sendiri,” ujarnya bangga. (rachmi)

Teks: Ketua UP2K Lestari (nomor dua dari kiri), Lurah Kuningan Barat, Camat Mampang Prapatan, Ketua TP-PKK Kec, Mampang Prapatan, Ketua RT 07, Ketua RW 03 dan pengurus di lahan tidur yang sudah disulap jadi lahan produktif