Thursday, 25 April 2019

Perilaku Hidup Bersih Wajib di SDN Lebak Bulus 02

Minggu, 26 Agustus 2012 — 14:45 WIB
laskaralex268

KEBERSIHAN sebagian dari iman. Hal ini menjadi pemicu bagi segenap komponen sekolah yang diterapkan di SD standar nasional (SDSN) Lebak Bulus 02, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala SDSN Lebak Bulus 02, Drs Alex Djumidi menjelaskan pihaknya menggandeng guru, karyawan sekolah, anak didik dan orangtua melalui Komite Sekolah untuk senantiasa menjaga kebersihan, keindahan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

“Sehari-harinya kami menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata Alex.

Di sekolah yang juga memberikan kegiatan belajar mengajar untuk anak berkebutuhan khusus (Inklusi) seperti tuna netra, tuna rungu dan hiperaktif, menyediakan sejumlah tempat sampah diantaranya dekat pintu masuk, teras dan halaman sekolah, ruang kelas dan di berbagai sudut sekolah lainnya.

Hal ini untuk memudahkan anak didik, guru dan orangtua agar tidak membuang sampah sembarangan.

Juga dilengkapi tempat cuci tangan (wastafel) di ruang kelas, di selasar depan kelas, ruang guru dan halaman sekolah.

“Kami membiasakan seluruh anak didik untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas agar tidak terjangkit kuman-kuman yang berpotensi menimbulkan penyakit,” urai Alex Djumidi.

Sekolah yang dibangun pada 1979 di atas lahan sekitar empat ribu meter persegi memiliki 10 ruang belajar dari 12 rombongan belajar. Gedung satu lantai yang mendidik 378 murid termasuk tiga murid Inklusi yakni tuna netra dan hiperaktif dengan 22 guru yang berkompeten.

Selain menerapkan PHBS, sekolah unggulan DKI Jakarta ini juga amat memperhatikan keindahan dan kenyamanan lingkungan dengan penghijauan sejumlah tanaman produktif, pelindung hingga tanaman hias.

Keberadaan taman dan air mancur serta ditatanya pepohonan menjadikan sekolah ini kian asri dan indah dipandang mata.

Lingkungan sekolah yang bersih, indah dan nyaman ini membuat para murid makin bersemangat belajar. Begitu pula bagi kalangan guru untuk membagi ilmunya sebagai bekal bagi anak didik.

“Kami berupaya mencetak anak didik berkualitas, berbudi pekerti luhur, mandiri dan berdaya saing global,” tandas Alex optimis.

Dengan KBM berkualitas didukung lingkungan sekolah yang kondusif dan kerjasama solid guru-orangtua, menorehkan prestasi gemilang oleh para murid.

Khusus murid Inklusi, dibuktikan dengan prestasi pada Ujian Nasional (UN)2011/2012 lalu meraih nilai 26,55.

Sedangkan hasil UN murid reguler juga tak kalah mengagumkan. Pada UN 2011/2012, SDSN Lebak Bulus 02 berada di peringkat 6
dari 72 SD negeri dan swasta se-Kecamatan Cilandak. Bahkan satu siswa sekolah ini menjadi peringkat 3 dari 3820 siswa SD se-Kec. Cilandak. (Rachmi)

Teks :Kepala SDSN Lebak Bulus 02 Jaksel, Alex Djumidi (baju safari biru) bersama anak didik, guru dan Komite Sekolah.