Wednesday, 26 September 2018

Guru Honorer Ditemukan Tewas di Kebun Teh

Selasa, 28 Agustus 2012 — 19:36 WIB
Kebun-Teh

SUKABUMI (Pos Kota) – Seorang guru honerer, Atika Fahmi, 30, ditemukan tewas mengenaskan di kebun teh di Kampung Pamoyanan, Desa Nangkakoneng, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (28/8) siang.

Dugaan sementara, warga Kampung Cikawung RT 01/04, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak ini merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Jasad Atika pertama kali ditemukan oleh seorang pemetik teh, Enah, 40, sekira pukul 10.00 WIB. Saat memetik teh, Enah mencium bau bangkai. Saking penasaran, Enah kemudian mencari sumber bau busuk tersebut. Enah begitu kaget ketika melihat sesosok mayat perempuan dengan kondisi terlentang. Tak pikir panjang, Enah lalu memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada warga sekitar.

Tidak berapa lama, kabar penemuan mayat akhirnya sampai ke aparat kepolisian setempat.  Polisi dibantu warga kemudian mengevakuasi jasad malang tersebut ke RSUD Sekarwangi untuk diautopsi.

“Saat ditemukan, mayat tersebut sudah mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan korban sudah meninggal dua atau tiga hari. Pada saat ditemukan, leher korban terikat kerudungnya,” kata Kapolsek Cikidang AKP Mariyadi kepada Pos Kota.

Menurut Maryadi, dugaan sementara kematian korban akibat dibunuh kemudian dibuang di perkebunan teh. Indikasi tersebut muncul karena sebuah sepeda motor dan handphone milik korban, raib. Namun, Maryadi belum bisa memastikan korban sebelum dibunuh diperkosa terlebih dahulu. Untuk memastikan hal ini, masih menunggu hasil autopsi dan penyelidikan.

“Di jasad korban tidak ditemukan benda apapun. Kita masih mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku pembunuhan,” tegasnya.

Ayah kandung Atika, Rahmat Sutisna mengaku anak ketiganya tewas secara tidak wajar. Rahmat terakhir bertemu dengan anaknya pada Jumat (24/8) lalu. Waktu itu, Atika berpamitan kepada Rahmat untuk bermain ke salah seorang temannya di Parakansalak.

“Sampai malam anak saya tidak pulang. Kami sudah berusaha mencari dan menghubungi handponenya tapi tidak aktif-aktif. Kami minta kasus yang menimpa anak saya diusut tuntas,” tegasnya. (sule/dms)

foto: ilustrasi