Rabu, 29 Agustus 2012 18:58:02 WIB

Tawuran, Pelajar Tewas Ketabrak Kereta

Pelajar Kesambar Kereta-n

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Aksi tawuran antar pelajar di wilayah Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (29/8), memakan korban jiwa. Lantaran berusaha menghindari serangan lawannya, Jasuli, 16, seorang pelajar SMP, tewas mengenaskan setelah terhantam dan terseret kereta api (KA) Commuter Line di sekitar Stasiun Klender.

Saman, 29, petugas keamanan Stasiun Klender, menyaksikan, sebelum tertabrak KA, sekitar Pk. 15:00, korban yang tinggal di Jl. TPU Waradas, Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, itu terlibat aksi tawuran dengan pelajar dari SMP lain di sekitar lampu merah Buaran, Klender.

Celakanya, merasa terdesak, korban pun lari ke arah perlintasan KA tak jauh dari Stasiun KA Klender.

“Saya lihat dia lari karena dikejar-kejar sama pelajar yang kayaknya dari SMP lain. Saat itu, dirinya juga sempat pindah dari satu jalur perlintasan ke jalur lainnya. Ketika berada di jalur 1, korban tertabrak KA arah Bekasi. Tubuhnya masuk ke kolong kereta hingga terseret sepanjang kurang lebih 300 meter. Itu pun karena KA berhenti di stasiun ini,” ungkapnya kepada wartawan, di Stasiun KA Klender, Rabu (29/8) sore.

Hal senada juga diungkapkan Safrizal Amri, 16, teman sepermainannya. ABG yang mengaku beda sekolah dengan korban ini menyebutkan, korban memang sering ikut tawuran. Korban sendiri merupakan murid Kelas 3 SMPN 06 Jakarta Timur.

“Saya tahu kabar ini setelah ditelpon sama teman saya yang lain. Katanya, Jasuli tertabrak kereta. Begitu saya cek ternyata benar. Kemarin, waktu nongkrong bareng saya, Jasuli memang sempat ngomong pengen tawuran di Buaran. Tapi gak ngejelasin alasannya apa, dan sama anak mana,” kenangnya, usai melihat jasad korban.

Muhammad, 48, petugas kebersihan di Stasiun Klender, mengungkapkan, hampir setiap sore sejak dua bulan terakhir, di sekitar Stasiun KA Klender sering terjadi tawuran antar murid SMP. Dalam tawuran, biasanya para pelajar tersebut saling melempar batu. “Enggak sedikit juga yang kelihatan bawa senjata tajam. Malahan pernah ada yang kami tangkap, tapi berhasil kabur ketika mau dibawa ke polsek setempat,” katanya.

Pantauan Pos Kota, akibat terhantam dan terseret KA, kondisi korban sangat mengenaskan. Kepalanya remuk, sementara pinggangnya luka parah, dan kedua kakinya patah. Korban yang saat itu masih berseragam Pramuka, tewas seketika.

Persitiwa naas ini juga menyedot banyak perhatian warga sekitar dan pengguna KA. Mereka pun berjejal di sisi peron, untuk melihat kondisi korban. Dampaknya, petugas pun mesti bekerja ekstra keras, guna menghindari kecelakaan lainnya.

Aiptu Suwardi, anggota Polsek Duren Sawit, mengatakan, dari informasi yang diperoleh, korban merupakan pelajar SMPN 06 yang tinggal di Jl. TPU Waradas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, karena ibunya sudah menjanda, tak jarang korban tinggal di rumah kakak kandungnya, di Jl. Bintara RT 003/10, Bintara Jaya, Bekasi Barat.

“Saya belum bisa memastikan, korban tertabrak KA karena tawuran. Bisa saja, saat itu dia sedang menyebrang karena lengah akhirnya tertabrak KA,” pungkasnya. “Untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara ini korban akan kami bawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk divisum,” lanjutnya. (yulian/dms)

FOTO: Warga dan pengguna KA berkerumun melihat jasad pelajar SMP yang tewas setelah terhantam KA di sekitar Stasiun KA Klender, Duren Sawit, Jaktim, Rabu (29/8). (yulian)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.