Sunday, 18 February 2018

Pangdam Jaya Pimpin Upacara Bendera

Jelang Pilkada Putaran Kedua, Kondisi Jakarta Kondusif

Senin, 3 September 2012 — 16:36 WIB
pangdam-2-a

JAKARTA (Pos Kota) – Mengawali kegiatan sebagai Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI E. Hudawi Lubis, bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera pada Minggu pertama awal bulan September 2012 di lapangan Jayakarta Makodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No. 5 Cililitan Jakarta Timur, Senin (3/9/2012). Kegiatan Upacara ini diikuti oleh seluruh Prajurit TNI serta PNS Makodam Jaya.

Hadir dalam Upacara kali ini Irdam Jaya, Danrem 051/Wkt, Danrem 052/Wkr, Para Perwira Staf Ahli Pangdam Jaya/Jayakarta, Para Asisten Kasdam Jaya, serta seluruh Prajurit serta PNS Kodam Jaya. Komandan Batalyon Arhanudse 10/1/F Letkol Arh I Made Kusuma DG bertindak sebagai Komandan Upacara.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI E. Hudawi Lubis dalam amanat tertulisnya menyampaikan bahwa, walaupun pemilihan kepala Daerah DKI Jakarta putaran ke 2 akan dilaksanakan pada bulan September, kondisi Jakarta sampai saat ini dalam keadaan aman  dan semakin kondusif. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, Kodam Jaya/Jayakarta tetap mempersiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap permasalahan yang sewaktu-waktu datang tidak terduga, tetap jaga rasa persatuan dan kesatuan, melalui  semangat kebersamaan yang sudah kita bina selama ini.

Dengan kebersamaan, akan memiliki  kesadaran sebagai warga negara yang berkeyakinan kuat, dan menjunjung tinggi harkat orang lain, sehingga ikhlas dan senantiasa selalu berkerja dengan baik. keberhasilan yang diraih dalam pelaksanaan tugas kita selama ini merupakan keberhasilan dari perjuangan bersama TNI dan Rakyat dalam semangat kemanunggalan TNI-Rakyat. Oleh karena itu, tingkatkan kemanunggalan dengan rakyat dan lakukan upaya-upaya Bakti Sosial TNI  untuk membantu masyarakat sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kepentingan rakyat.

Pangdam Jaya juga menyampaikan bahwa memasuki awal bulan September ini, mengingatkan kita pada peristiwa bersejarah  bagi  Bangsa Indonesia, yang mengakibatkan  beberapa putra terbaik bangsa gugur menjadi korban keganasannya, peristiwa tersebut dikenal dengan Pemberontakan G 30 S / PKI.  Gerakan ini mencoba menggantikan Ideologi Negara Pancasila dengan faham Komunis, walaupun akhirnya dapat  digagalkan. Kita patut bersyukur karena sampai saat ini Pancasila tetap tegak sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Namun faham komunisme tidak pernah  mati, bahkan tetap menjadi bahaya laten, oleh karena itu  ideologi Komunis perlu diwaspadai karena faham ini dapat saja berubah bentuk dan tindakannya. Untuk itu, agar mewaspadai hal-hal yang berkaitan dengan  bahaya  laten komunis yang dapat muncul  dalam bentuk organisasi baru, sehingga  pengalaman pahit sejarah bangsa ini tidak sampai terulang kembali.

Sebelum mengakhiri amanatnya Pangdam juga menyampaikan bahwa pada Kodam Jaya/Jayakarta diikutkan dalam latihan antar kecabangan yang dilaksanakan di Puslatpur Baturaja, kita patut bangga dengan kepercayaan yang diberikan pimpinan TNI AD kepada Kodam Jaya/Jayakarta dengan mengirimkan 1 kompi Yonif mekanis 201/JY. Kita berharap kepercayaan ini dapat dilaksanakan dengan hasil yang membanggakan.

(pendam jaya/sir)