Saturday, 26 May 2018

Ditulis Setelah Pulang Lebaran

Surat Wasiat Terduga Teroris Untuk Ayahnya

Senin, 3 September 2012 — 23:09 WIB
wasiatteroris39

KRAMATJATI (Pos Kota) – Walaupun hasil tes DNA atas tewasnya Mucshin Sanny Permadi, 19, belum diketahui hasilnya, namun sang ayah Muslim Sanni Assidiqie, 49, sudah yakin kalau terduga teroris yang tewas ditembak di Solo oleh Densus 88 adalah anaknya. Pasalanya surat wasiat sudah dituliskan sang anak saat pulang Lebaran kemarin.

Menurut sang ayah, setelah mengetahui ada penembakan teroris yang diduga anaknya Muchsin, pada Minggu (2/9), ia membongkar meja dan lemari di kamar anaknya. Saat itu, Muslim lalu mendapati goresan tinta warna hitam di tengah halaman buku tulis kosong. “Surat itu saya yakin adalah surat wasiat terakhir Muchsin, karena surat itu tidak biasa,” ujarnya.

Dalam surat itu bertuliskan
“Ass wrb. Sebelumnya aku minta maaf, kalau aku keseharian, aku punya salah sama Bapak, dan aku juga minta maaf, nggak bisa bantu Bapak di rumah lagi. Aku sangat berterima kasih sama Bapak, karena Bapak aku bisa seperti ini, Wasalam”.

Keyakinan Muslim pun semakin menjadi, ketika dirinya tersadar bahwasanya anak keduanya menitipkan KTPnya kepada sang kakak Sidik, 23, pada saat pulang Lebaran kemarin. Hingga akhirnya Mucshin mengirimkan pesan singkat ke kakaknya dan memintanya untuk membakar KTPnya. “Kata kakaknya, bilang kalau ada apa-apa sama Muksin bakar aja KTPnya. Saya langsung bilang, kamu ada apa-apa kenapa nggak kasih tahu bapak. Itu smsnya sebelum kejadian,” paparnya.

Muslim pun mengaku bila semua urusan untuk kepentingan penyelidikan polisi telah selesai dan terbukti yang tewas adalah anaknya, ia akan memakamkannya di wilayah Condet. Pasalnya di kawasan itulah Muslim dan keluarganya sudah tinggal hampir 20 tahun ini. “Saya akan makamkan dia di Condet,” tuturnya. (Ifand)

Teks : Ketika jenazah terduga teroris

  • warga

    bagus di tembak mati, berkurang sampah masyarakat