Tuesday, 17 September 2019

TWA Gunung Tangkuban Perahu Resmi Ditutup

Senin, 3 September 2012 — 21:22 WIB
TWA Gunung Perahu

SUBANG (Pos Kota) – Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu, resmi ditutup, Senin (3/9). Hal tersebut seiring meningkatnya status gunung yang terkenal dengan legenda Dayangsumbi dan Sangkuriang-menjadi Waspada Level II.

“BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Barat resmi menutup Taman Wisata Tangkuban Perahu, Senin ini. Hal ini memperhatikan kondisi kekinian Gunung Tangkuban Perahu yang dikhawatir sewaktu waktu menyemburkan gas beracun,” ujar Ojat Najudin, Camat Ciater, Kab Subang, dihubungi Pos Kota, Senin (3/9) sore.

Bersamaan ditutupnya TWA Gunung Tangkuban Perahu, lanjut Ojat, masyarakat pedagang di Blok Kawah Ratu dan sekitarnya ikut pula dievakuasi keluar area tersebut sesuai radiogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi batas aman berada diradius 1,5 km.

Diakuinya, kepanikan sempat melanda masyarakatnya di Ciater pada Senin pagi tadi setelah menyebar informasi bahwa Tangkuban Perahu akan meletus. Masyarakat ramai ramai mengemasi barang untuk dibawa mengungsi. Namun hal tersebut cepat dapat ditanggulangi setelah pihaknya memberitahukan bahwa informasi tersebut tidaklah benar.

“Masyarakat Ciater akhirnya tenang kembali setelah kami imbau agar tenang dan jangan panik karena informasi itu tidak benar,” ungkap Ojat.

Agar tercipta informasi searah dan tidak membuat panik masyarakat, sebut Ojat, sejumlah relawan dari Desa Ciater secara sukarela sejak meningkatnya status Tangkuban Perahu ke waspada level II, menetap disekitar Gunung Tangkuban Perahu. “Mereka bertugas menyampaikan informasi yang akurat kepada kami seputar perkembangan Tangkuban Perahu ini,”katanya.

Selain itu, pihaknya telah menginformasikan kepada para RT dan RW di tujuh desa yang berada di Kec Ciater agar secara bersama sama memberitahukan warganya agar tetap tenang menyikapi meningkatkan status Gunung Tangkuban Perahu. Mereka pun diminta mengaktifkan 1×24 jam handphonenya agar bilamana ada informasi update seputar Gunung Tangkuban Perahu cepat terserap dan disampaikan ke masyarakat.

“Jangan percayai informasi yang dikeluarkan oleh pihak tak berkompeten. Informasi secara resmi pastinya akan dikeluarkan pihak berkompeten seperti BPBD atau BVMBG,”terangnya.

Tak hanya itu, guna merumuskan upaya antisipasi menyikapi status kekinian Tangkuban Perahu tersebut,pihaknya mengakomidir apa yang menjadi keinginan tokoh agama dan tokoh masyarakat diantaranya menginformasikan para Kepala Desa agar menggelar doa bersama ditiap tiap mesjid dikomandoi DKM.

“Doa bersama ini agar kita semua diberi keselamatan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT tidak berkenan menurunkan bencana,” harapnya.

Lebih lanjut Ojat mengungkapkan, sesungguhnya kekhawatir yang sama akan meletusnya Gunung Tangkuban Perahu pernah dialami masyarakat Ciater pada tahun 2005 lalu. Bahkan saat itu status Tangkuban Perahu bukan lagi Waspada tetapi meningkat ke Status Siaga II.

“Justru yang lebih gawat suasananya pada 2005 lalu itu. Gelombang pengungsian pun telah terjadi. Bila sekarang, belum ada gelombang pengungsian dan masyarakat masih tenang,” paparnya.

Terkait hal itu pula, kata Ojat, pada Selasa (11/9) mendatang, masyarakat Ciater bersama sama akan menggelar Istighosah bermunajat kepada Allah SWT agar seluruh warga diberi keselamatan dan cepat mengembalikan Gunung Tangkuban Perahu ke status normal.

Di tempat terpisah, AKBP Awal Chaerudin, Kapolres Subang, menyatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan personil yang dimiliki antara 2000 sampai 10.000 personil bilamana sewaktu dibutuhkan dengan mengikuti perkembangan Gunung Tangkuban Perahu.

“Kami terus berkoordinasi dengan Polda Jabar menyikapi status kekinian Tangkuban Perahu ini,”jelasnya kepada wartawan di Subang, kemarin. (dadan/dms)

  • agung

    kapan gunung tangkuban perahu meletus

  • william

    jangan sampai gunung tangkuban perahu meletus