Friday, 21 September 2018

Butuh Bantuan Pemerintah

Kekeringan Sengsarakan Petani Indramayu

Selasa, 4 September 2012 — 8:40 WIB

INDRAMAYU (Pos Kota) – Bencana alam kekeringan menyebabkan ribuan hektar tanaman padi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jabar mengalami gagal panen alias puso.

Gagal panen itu karena kondisi tanaman padi tak memperoleh pasokan air irigasi, baik dari Perum Otorita Jatiluhur (POJ) maupun dari Bendung Rentang termasuk dari sumber air irigasi yang lainnya. Sehingga tanaman padi itu tak mampu bertahan hidup, kemudian mati.

Wilayah kecamatan yang dilanda gagal panen di Indramayu umumnya menimpa tanaman padi yang golongan airnya paling ujung atau paling akhir. Misalnya yang paling parah dilanda kekeringan itu menimpa Kecamatan Krangkeng, Cantigi, Arahan, Losarang, Kandanghaur dan Karangampel.

Kepala Desa Tanjungpura, Kecamatan Karangampel Tarsono, dihubungi Pos Kota, Senin (3/9) sore mengemukakan, luas tanaman padi di Desa Tanjungpura seluruhnya 140 Hektar. Dari luas tanaman padi itu, 99,9 persennya mengalami kekeringan dan diikuti gagal panen.

Kades berharap, pemerintah memperhatikan nasib petani. Dengan cara segera merealisasi pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang yang manfaatnya nanti dirasakan oleh petani di Kabupaten Indramayu. Dengan adanya pasokan air irigasi dari Waduk Jatigede itu maka tanaman padi milik petani Indramayu khususnya yang ditanam pada musim kemarau bisa dipanen. “Tolong pemerintah mengusahakan pembangunan Waduk Jatigede,” katanya.

Tasma, 49 seorang petani di Kecamatan Cantigi mengemukakan, persoalan kekurangan air atau kekeringan tanaman padi di Kabupaten Indramayu termasuk di Kecamatan Cantigi itu sudah menjadi langganan setiap tahun. Kekeringan yang disebabkan karena tak terjaminnya pasokan air irigasi merupakan persoalan lama yang belum tuntas hingga sekarang.(taryani).-