Membentuk PPILN, Pemerintah Hanya Buang Duit

Selasa, 4 September 2012 — 14:09 WIB
listrik

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah dinilai membuang-buang duit karena membentuk Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) yang akan mengawasi pemasangan instalasi listrik.

“Ironis. Ini hanya cari-cari proyek dan buang-buang uang saja,” kata pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, Selasa (4/9).

Ini sama saja pemerintah tidak konsisten dengan regulasi yang dibuatnya sendiri.

Sebab pemerintah sudah membentuk Komite Nasional Pengawasan Untuk Instalasi Listrik (Konsuil). Jadi buat apa membuat lembaga baru yang tugasnya sama.

Seharusnya, ia menegaskan pemerintah mengevaluasi total, apakah Konsuil sudah melaksanakan tugasnya dengan optimal, apa tidak.”Kalau memang tidak optimal, ya orang-orang saja diganti. Jangan buat lembaga baru,” tandasnya.

Jika tidak bisa mengaudit Konsuil, berarti pemerintah gagal mengawasi Konsuil.

Menurut Tulus, adanya beberapa lembaga pengawas instalasi listrik tidak menjamin dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai konsumen.

Bila mau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, lembaga pengawas harus bertanggungjawab jika terjadi kebakaran. Sebab mereka yang memeriksa kelayakan instalasi listrik dengan memberi sertifikat layak operasi (SLO).

Sebelumnya, Dirjen Listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, mengaku telah membentuk¬† Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN). “Tugasnya sama dengan Konsuil,” jelasnya lewat pesan singkat (sms)saat dikonfirmasi Pos Kota.

PPILN juga mengenakan biaya kepada pelanggan baru yang besarnya sama dengan yang dipungut Konsuil.

(setiawan/sir)

  • Tasman

    Biaya yg dipungut KONSUIL dan PPILN kelihatannya tdk sama. Contoh : utkpemeriksaan instalasi 450 VA, KONSUIL memungut Rp 60.000 + PPN 10%, sedang PPILN memungut Rp 60.000 sdh termasuk PPN 10 %.
    Kantor Pajak pelu mengecek apakah kedua Badan Pemeriksa ini bener2 menyetor PPN 10 % yg dipungut dr konsumen.

Terbaru
Terpopuler
Minggu, 5 Juli 2015 — 23:03 WIB
Jakarta
Minggu, 5 Juli 2015 — 22:57 WIB
Ekonomi
Minggu, 5 Juli 2015 — 22:50 WIB
Hankam
Minggu, 5 Juli 2015 — 22:24 WIB
Peristiwa
Minggu, 5 Juli 2015 — 21:51 WIB
Korupsi
Minggu, 5 Juli 2015 — 21:42 WIB
Jakarta
Minggu, 5 Juli 2015 — 21:19 WIB
Kesehatan
Minggu, 5 Juli 2015 — 21:12 WIB
F1- British Grand Prix 2015
Hamilton Berkuasa di Sirkuit Silverstone
Otosport
Minggu, 5 Juli 2015 — 20:56 WIB
Ekonomi
Minggu, 5 Juli 2015 — 20:35 WIB
Peristiwa