Thursday, 22 November 2018

Al Washliyah Awasi Keuangan Via Internet

Kamis, 6 September 2012 — 11:03 WIB
yusnar-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) menerapkan keuangan satu pintu, sehingga segala aktifitas keuangan dapat terawasi dengan baik dan akurat. Karena itu, PB Al Washliyah akan segera membangun server atau jaringan internet untuk memantau dan mengawasi aktivita keuangan di lembaga pendidikan dan sosial organisasi.

“Nanti akan kami bangun server terpusat di kantor PB yang baru, sehingga semua kegiatan keuangan dapat terawasi,” kata Wakil Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr.H.Yusnar Yusuf MA, saat memimpin rapat PB Al Washliyah di Jakarta.

Turut dalam rapat, antara lain Ketua Dewan Pertimbangan Al Washliyah, Prof.Dr H. Maslin Batubara, Plt Sekjen PB Al Washliyah, Haris Sambas, Ketua-Ketua PB Al Washliyah; H.Lukman Hakim Hasibuan, H.Aris Banadji,H.Ismail Effendy, H.Masyhuril Khamis, Bendahara H.Gio Hamdani, Ketua Majelis Amal Sosial PB Al Washliyah, H.Syamsir Bastian Munthe, Ketua Majelis Kader PB Al Washliyah, Nizam Harahap.

Menurutnya, tertib keuangan dan administrasi itu sangat penting dalam suatu organisasi. Untuk itu, seluruh jajaran pimpinan perguruan tinggi/universitas di lingkup Al Washliyah diperintahkan untuk menggunakan sistem keuangan satu pintu, sebagai tindaklanjut kerjasama antara PB Al Washliyah dengan pimpinan Bank Syariah Mandiri (BSM) di Jakarta baru-baru ini.

“Semua pimpinan perguruan tinggi harus membuat Rancangan Anggaran Biaya (RAB), dan harus patuh dengan RAB yang dibuat. Karena semua keuangan harus dalam pengawasan PB,” kata Yusnar.

Diingatkannya, transaksi keuangan di lembaga perguruan tinggi dan panti asuhan Al Washliyah harus melalui satu rekening dalam pengawasan pengurus besar. Pada tingkat SMP/Tsanawiyah hingga SMA/Aliyah/Qismul Ali dibawah pengawasan pimpinan wilayah, sedangkan tingkat TK/MDA/SD/Ibtidaiyah oleh pimpinan daerah masing-masing.

Dengan demikian, kata diaseluruh aktivita keuangan dapat diketahui pimpinan sehingga upaya ini menjadikan anggaran pendidikan dan bantuan sosial tepat guna.

Selain itu, Waketum PB Al Washliyah ini membolehkan nama pendiri/pejuang Al Washliyah menjadi nama gedung lembaga pendidikan Al Washliyah, sementara lembaga pendidikan dan sosial yang menggunakan nama Aljam`iyatul Washliyah (Al Washliyah), namun tidak tunduk kepada pimpinan organisasi bakal dikenakan sanksi hukum, karena organisasi Al Washliyah adalah organisasi resmi dan memiliki kekuatan hukum berupa hak paten Kemenkumham.

Selain membahas tindak lanjut kerjasama dengan BSM, rapat juga membicarakan proses pemilikan tanah untuk pembangunan kantor baru Sekretariat PB Al Washliyah di Jalan Ahmad Yani (bypass), Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

Waketum PB Al Washliyah mendesak agar pembangunan kantor baru itu segera dilaksanakan, termasuk proses melengkapi perizinan pembangunan dan pemilikan lahan.

(syamsir)

  • HIFJIR

    MANTAP ….

  • Iekar rimueng nagan

    BAGUSSS….

  • Iekar rimueng nagan

    bagusss