Nah Ini Dia

Jumat, 7 September 2012 09:23:12 WIB

Habis `Gulat` Nantang Gelut

nah-sub

AGAKNYA Murdaya, 28, memang peselingkuh berdarah dingin. Bagaimana tidak, sudah kepergok habis “bergulat” dengan wanita bukan istrinya, eh ketika digerebek warga malah menantang gelut. Keruan saja warga jadi emosi, sehingga Murdaya pun dijadikan bulan-bulanan penduduk: ketepak ketepukkk….!

Capres muda, sangat diharapkan muncul di 2014 mendatang. Tapi kalau janda muda, nggak perlu menunggu dua tahun lagi, sekarang pun banyak yang mendambakan. Soalnya, sama-sama serba menjanjikan. Bila Capres muda diharapkan pemikiranya masih fresh, janda muda karena “gerayangan”-nya juga masih fresh. Dan karena ini pula, darah Murdaya sampai ketes-ketes (mengucur) karena habis digebuki warga.

Di kampung Japanan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, nama Hartati, 22, sedang ngetop-ngetopnya. Ibarat kata, sandung jekluk tiba kabruk (baca: dalam berbagai kesempatan) orang-orang selalu membicarakan dia. Bukan karena dia jadi tokoh penggerak PKK di kampungnya, tapi karena kecantikannya dan dalam status janda muda. Karena posisi itu pula, kaum lelaki di sekitarnya banyak yang berharap cemas, siapa tahu bisa mendapatkannya.

Tapi dari sekian peminat si janda muda, yang bernasib mujur hanyalah Murdaya, lelaki dari Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar. Dengan mengaku sebagai perjaka tingting, akhirnya dia bisa “tingkrang-tingkring” di kamar bersama Hartati. Jikalau ada absennya, minimal seminggu 3 kali Murdaya ini mampir dan ngendon di rumah si janda muda. Disebut ngendon karena datang habis magrib, pulangnya nanti setelah pukul 00.00.

Warga pun heran, kenapa Murdaya hanya dalam satu putaran sudah bisa menaklukkan sijanda? Punya ajian apa dia? Jaran Guyang, Semar Mesem apa Semar Super? Nggak tahulah. Yang jelas, kemujuran Murdaya ini akhirnya menyisakan rasa cemburu para pesaingnya. Dengan mengatasnamakan demi citra kampung, sejumlah anak muda menegur Hartati untuk tidak menerima tamu sampai larut malam.

Murdaya ini “mur”-nya memang penuh daya dan pesona. Karenanya, ketika dia tetap tidak menggubris teguran warga, Hartati juga tak bisa berbuat apa-apa. Soalnya, jika sang gendakan itu ngambeg dan kemudian tak mau datang lagi, yang rugi juga dia sendiri. Makanya, asal “mur”-nya Murdaya tetap berdaya dan berjaya, bagi Hartati sebodo amat itu keluhan warga. “Ah, itu kan politiknya orang ngiri saja,” begitu katanya.

Demikianlah, Murdaya terus menggelar safari selingkuh dari minggu ke minggu. Warga Japanan yang merasa dilecehkan, beberapa hari lalu nekad menggerebek pasangan mesum itu, saat mereka sedang ketanggungan bersetubuh bak suami istri. Namanya ora kagol (terganggu), bukannya Murdaya takut, justru dia yang marah-marah pada para penggerebeknya. Katanya, kenapa warga pada repot, toh aktivitas ini tak mengganggu kesibukan warga sekitarnya.

“Nek gak trima, gelut aku ya wani (jika tak terima, berkelahi juga berani),” tantang Murdaya dengan pede hati. Wah, tentu saja warga jadi emosi. Sejumlah pemuda segera turun arena, menghajar Murdaya ramai-ramai, sementara Hartati hanya bisa berteriak-teriak minta tolong. Untung saja tak lama kemudian polisi dari Polsek Kemlagi tiba, sehingga Murdaya yang kadung babak belur itu bisa diselamatkan. Dalam pemeriksaan, akhirnya dia mengaku bahwa di sebenarnya di Gayaman rumahnya dia sudah punya anak bini.

Woo, sudah punya anak masih mau cari penak yang lain. (STV/Gunarso TS)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.