Tuesday, 20 November 2018

Penjualan mesin pompa air meningkat

Jasa Pengeboran Panen Order

Jumat, 7 September 2012 — 23:49 WIB
ilusjasa

MUSIM kemarau yang melanda Ibukota membuat sejumlah kawasan termasuk di Jakarta Selatan mulai dilanda kekeringan. Jika sebelumnya Jaksel merupakan tulang punggung resapan air di Kota Jakarta, kini kondisinya sedikit banyak sudah mengalami perubahan.

Untuk mengatasi kekeringan itu, masyarakat mau tak mau harus merogoh koceknya. Entah untuk mengganti mesin pompa air maupun untuk mengebor lebih dalam lagi sumur mereka agar bisa memperoleh air dengan kualitas yang lebih baik.

Sejak sebulan terakhir, penjualan mesin pompa air baru maupun second di Jaksel pun mulai meningkat. “Sudah sebulan ini pembeli mesin pompa air memang mulai banyak lantaran musim kemarau,” kata Nanang Suherman, penjual mesin pompa air di kawasan Kebayoran Lama.

Dalam satu bulan terakhir ia mengaku sudah menjual sekitar 15 unit mesin pompa air dengan harga mulai Rp3,5 juta ke atas. Tak hanya penjualan mesin pompa air, permintaan untuk perbaikan mesin pompa juga melesat.

Seperti dikatakan Yan Dwicahya, pemilik toko PD Yan Service di Jalan Kerinci Raya Los A No 15, Kebayoran Baru. “Sejak masuk musim kemarau ini order servis mesin pompa meningkat menjadi 8 hingga 10 unit dari sebelumnya paling banter 3 unit,” ujar Yan, Jumat (7/9).

Selain melayani servis mesin pompa air dan pendingin ruangan (AC), ia juga menjual mesin pompa baru dan second. Lazimnya ia melayani pembelian mesin pompa 250 watt untuk kedalaman hingga 30 meter dengan harga Rp5 juta. Sedangkan mesin pompa second dengan watt yang sama dilepas dengan bandrol sekitar Rp1,8 juta.

JASA PENGEBORAN

Jasa pengeboran kini juga mulai panen orderan. Ncek Sapri, 54, misalnya. Pria ini bersama dua rekannya standby di kawasan Jalan Kerinci, Kebayoran Baru.

“Lumayan dah sejak Lebaran sampai sekarang saya sudah empat kali ngebor. Rata-rata dari kedalaman 20an meter minta dibor menjadi 30an hingga 40 meter,” ungkapnya.

Pria asal Cianjur, Jawa Barat mematok tarif Rp1,5 juta untuk pengeboran manual dan Rp3 juta jika menggunakan mesin. Untuk pengeboran manual biasanya tuntas hingga tiga hari, sedangkan dengan mesin dapat dikejar hanya satu hari. “Pengeboran dijamin tuntas hingga airnya keluar dan bersih. Untuk harga masih bisa nego kok,” ujarnya berpromosi. (rachmi/o)

Teks foto: Ncek Sapri (kanan) dan Erick, pengebor pompa air yang beroperasi di Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (7/9). (Rachmi)