Friday, 19 July 2019

Pengusaha Rental Pakai GPS Biar Aman

Jumat, 7 September 2012 — 10:38 WIB
rental-sub

MENINGKATNYA tindak kejahatan membuat pengusaha rental harus memutar otak mengamankan aset berharganya berupa mobil atau kendaraan sewa.

Usaha jasa ini tergolong rentan kejahatan pencurian, pencongkelan, dan penggelapan. Alih-alih pingin untung dari usaha sewa menyewa mobil  malah bisa buntung. Terlebih  untuk mobil sewaan tanpa sopir. Resiko kehilangan pun makin besar.

Nah, untuk meminimalisir tindak kejahatan, Ahmad Akbary, 46, pengusaha rental mobil di Jl Kebon Nanas  Raya, Jakarta Timur menggunakan alat Global Positioning System (GPS) pada seluruh mobil miliknya. Dia juga mengasuransikan all risk 27  tunggangan sewanya mulai Toyota Innova, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, hingga Nissan Serena.

Menurut Akbary, bentuk GPS tergolong kecil, kira-kira sebesar korek api kayu. Bisa ditaruh di tempat tersembunyi dalam mobil. Mobil yang dipasangi GPS bisa dimonitor dari rumahnya kemanapun pergi. Bahkan ada yang memiliki fitur record log, yaitu semua perjalanan dicatat. Mulai dari rute, waktu, dsb.

“Alat ini dijual di pasaran dengan harga Rp2-4juta,” cetus ayah lima anak ini, Jumat di Jakarta.

Meski sudah dipasang GPS, namun Akbary tetap berhati-hati menyewakan mobilnya. Banyak kejadian mobil  disewa lama, ternyata oleh penyewa, mobil Akbary  digadaikan, atau kadang disewakan lagi ke orang lain dengan tarif di atas tarif semula.

Untuk menjaga hal ini, Akbary terus memantau kendaraannya  dari pengamatan melalui GPS, misal di GPS terlihat mobil ada di kota Bandung, tetapi sang penyewa menghubungi mengatakan mobil ada di Semarang. “Ini harus  segera ditindaklanjuti,” kata dia.

Menurut Akbary, GPS sudah menjadi tren di kalangan pemilik rental mobil. Alat yang bisa juga dijadikan pelacak ini,  dikendalikan langsung melalui satelit. “GPS sekarang sudah canggih, bukan hanya bisa mengetahui posisi mobil pada saat tertentu, alat ini juga bisa merekam pembicaraan di dalam mobil,” katanya.

Ia juga memberikan beberapa tips aman untuk pengusaha persewaan mobil, antara lain apabila ada penyewa baru, disarankan untuk tidak menyewakan dalam jangka waktu yang lama. “Kalau penyewanya baru, sewakan harian saja, jangan mingguan atau bulanan,” ujarnya.

Dijelaskan,  GPS bekerja dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat GPS (handphone atau Blackberry yang dilengkapi teknologi GPS). Untuk memperoleh detil posisi yang seakurat mungkin, GPS sebaiknya digunakan di ruang terbuka. Penggunaan GPS di dalam ruangan, hutan ataupun di tempat yang banyak gedung-gedung tinggi, akan membuat GPS bekerja kurang akurat.

Informasi GPS ditransmisikan oleh beberapa satelit (tiga satelit misalnya) sehingga GPS receiver mampu mengkalkulasi dan menampilkan seakurat mungkin posisi, kecepatan dan informasi waktu kepada pengguna GPS.
Teknologi GPS pertama kali digunakan oleh United States Departement of Defense (DOD) untuk kebutuhan militer. Sistem GPS mulai digunakan sejak tahun 1980, namun pemakaian secara umum oleh publik baru sekitar  tahun 1990-an.

Keistimewaan GPS adalah mampu bekerja dalam berbagai kondisi cuaca, siang atau malam. Keakuratan sebuah perangkat GPS bisa mencapai 15 meter, bahkan model terbaru yang dilengkapi teknologi Wide Area Augmentation System (WAAS) keakuratannya sampai 3 meter.

Jika handphone, Blackberry atau mungkin Motorolla Milestrone / Droid  telah dilengkapi dengan fitur GPS, maka  bisa dilihat posisi kita  berada saat ini di maps (Google Maps, misalnya). Bahkan kita bisa menentukan berapa lama perjalanan anda dari suatu tempat ke tempat lain, terus anda juga bisa mengukur  kecepatan kendaraan kita, dan tentunya  juga diberi petunjuk jalan yang mesti dilalui, berapa liter bensin yang dibutuhkan untuk  bisa sampai ketujuan.

Ada berbagai banyak manfaat yang bisa kita  peroleh dari GPS di handphone kita, apalagi dengan dukungan berbagai aplikasi, yang tentunya bisa memudahkan  dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

(aby/sir)

Teks Gbr- Pengusaha rental mobil Ahmad Akbary, 47, pakai GPS biar aman. (aby)