Monday, 23 October 2017

Diwacanakan Tiga Tahun Lalu

Pelebaran Jalur Puncak Belum Jelas

Sabtu, 8 September 2012 — 6:11 WIB
iluspelebaran

BOGOR (Pos Kota) – Rencana pelebaran Jalan Raya Puncak, Bogor yang didengungkan Kementerian Pekerjaan Umum sudah tiga tahun berlalu. Namun, hingga kini masih belum jelas pelaksaannya. Padahal, pedagang Kaki-5 di sepanjang jalan ini sudah diberikan surat untuk mengosongkan lahan.

“Surat untuk mengosongkan lahan sudah kami terima, tapi dalam surat yang dikirimkan Kementerian PU itu tak diberi batas waktunya. Kami hanya diminta mengosongkan lahan, sebab jalan akan dilebarkan,” kata Mansur, salah satu pedagang umbi-umbian di Jl. Raya Puncak, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Jumat.

Dia dan ratusan pedagang lainya mengaku bingung jika kelak diharuskan pindah. Pasalnya, mereka belum mempunyai lahan untuk berdagang lagi. “Mudah-mudahan itu hanya sebatas rencana,” timpal pedagang lainnya.

Camat Cisarua Tedy Pembang mengakui, rencana pelebaran jalan itu sudah diwancanakan sejak tiga tahun lalu. Pelebaran tersebut sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan parah di jalur Puncak. terutama pada saat libur. Rencananya pelebaran antara 1,2 meter sampai 1,5 meter dimulai dari Gadog sampai Puncak Pass, perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

”Survei dan pengurusan kesiapan lahan berikut siteplan sebenarnya sudah pernah dibahas bersama Muspida. Proyek ini dikerjakan Kementerian PU karena jalan nasional Tapi, hingga kini belum ada kejelasan. Tolong tanyakan ke Kementerian PU kapan pelaksanaannya,” ujarnya.

Diakuinya pedagang sudah diberikan surat dari Kementerian PU untuk segera mengosongkan lahan yang terkena pelebaran jalan. “Para pedagang umumnya bersedia untuk pindah, tapi mereka masih bingung mencari lokasi baru,” jelasnya. (iwan)

Tesk ; Sebagian pedagang di pinggir Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cistraua bingung mencari lahan baru jika digusur. (iwan)