Thursday, 27 June 2019

Jelang Pilkada Kota Bekasi, Tim Sukses Galang Suara

Senin, 10 September 2012 — 14:52 WIB
suara-sub

BEKASI (Pos Kota) – Jelang Pilkada Kota Bekasi, para tim sukses terus menggalang suara. Ribuan buruh dan PNS menjadi sasaran perebutan suara karena dinilai potensial.

Salah satu pasangan calon Walikota/wakil Walikota Bekasi yang tertarik dengan suara dari buruh ini adalah Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (PAS). Menurut Ketua DPP Golkar sekaligus Ketua pemenangan Pemilu Jabar, Ade Komarudin, suara buruh sudah pasti menjadi sasaran pasangan PAS.

“Suara buruh sangat berpotensi untuk mendulang dan menambah suara PAS. Kami optimis Pilkada Kota Bekasi hanya satu putaran dan PAS memperoleh suara minimal 60 persen,” tegas Ade.

Sedangkan Calon Walikota Bekasi dari PAN, Dadang Mulyadi yakin dengan dukungan PNS Kabupaten Bekasi yang berdomisili di Kota Bekasi. “Sebanyak 60 persen PNS Kabupaten berdomisili di kota Bekasi, saya berharap suara mereka diberikan kepada saya dan Lucky Hakim,” tuturnya.

Jika ia dan Lucky terpilih, bakal membentuk pimpinan yang solid sehingga tidak ada perpecahan antara walikota dan wakilnya. “Sudah ada contoh pemerintahan di kota dan kabupaten sebelumnya, sehingga membuat rakyat bingung dan saya pernah rasakan hal itu,” tegasnya.

Lain lagi pasangan calon dari Partai. Demokrat Awing Asmawi- Andi Zabidi (AZIB) yang menganggap pemerintahan lama gagal dalam kelola pendidikan karena dirasa pendidikan di Kota Bekasi makin kacau.

“Lihat saja saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) online, sudah berjalan 3 tahun tapi masih nggak efektif. Mestinya pemerintah tidak tebang pilih dalam membangun dunia pendidikan karena peran sekolah swasta beserta stakeholder pendidikan yang ada juga disertakan,” papar Awing.

Untuk pasangan dari jalur independent Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (SALAM), sudah menyiapkan ribuan saksi untuk penghitungan suara nanti.”Kami sedang merekrut para saksi untuk penghitungan suara di TPS-TPS. Mereka sebelumnya juga diberikan pendidikan dan pelatihan politik,” kata Shalih.

Meski saat ini baru terekrut 400 orang dari rencana 3.500 orang, Shalih optimis rakyat mendukungnya.

(dieni/sir)