Friday, 24 March 2017

Penikmat Kopi Bertambah 7 % Tiap Tahun

Jumat, 14 September 2012 — 15:41 WIB
ilustrasi

ilustrasi

MINUM kopi kini menjadi gaya hidup. Bukan hanya di kota besar, di pedesaan pun gairah minum kopi meningkat. Tiap tahun terjadi peningkatan penikmat kopi sebesar tujuh persen. Belakangan, kebiasaan ini merambah kaum perempuan.

Lisa Ayodhia, penggagas komunitas penikmat kopi

Sejumlah kedai kopi pun bermunculan. Didesain secara khusus, sehingga  minum kopi benar-benar membawa suasana segar dan nyaman. Fenomena ini pula yang mengilhami terbentuknya Kelompok Penikmat  Kopi (KPK) guna memasyarakatkan kopi agar menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia.

“Komunitas ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta kopi Indonesia. Mereka  bisa saling berbagi  informasi tentang aneka ragam kopi Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan industri kopi nusantara,” kata Lisa Ayodhia, penggagas komunitas penikmat kopi dalam acara workshop Wanita, Cinta & Kopi di Jakarta, Kamis.

Menurut Lisa, di Indonesia ada banyak penikmat kopi. Mereka menikmati berbagai rasa dan aroma kopi domestik, juga karena manfaat kopi bagi kesehatan atau karena kedua-duanya. “Banyak  kaum perempuan senang menghabiskan paginya dengan menikmati segelas kopi,” jelas Lisa.

Lisa Ayodhia, penggagas komunitas penikmat kopi dalam acara workshop Wanita, Cinta & Kopi di Jakarta, Kamis. (aby)

Bagi kaum wanita, sambungnya, kopi memberikan berbagai macam manfaat, di antaranya: mengatasi stres, meminimalisir risiko terkena serangan jantung dan stroke, serta meminimalisir risiko terkena kanker endometrium.

Para peneliti bahkan menemukan bukti bahwa kopi lebih bermanfaat mengurangi risiko kanker dibanding teh hijau, ini karena kopi memiliki tingkat oksidan lebih baik dibanding dengan teh hijau.

“Kopi ternyata juga sangat bermanfaat bagi kecantikan kulit perempuan. Biasanya perawatan kecantikan dengan menggunakan kopi dilakukan dengan menggunakan bubuk kopi sebagai scrub pada tubuh,” katanya.

Pada kesempatan sama, pakar kopi Indonesia sekaligus penulis buku tentang kopi, Edy Panggabean menambahkan Indonesia memiliki beragam biji kopi yang berkualitas.

Ia berharap para pengelola kedai kopi lokal mengerti benar teknik memilih kopi lokal berkualitas baik, juga faktor apa saja yang membuat biji kopi lokal tersebut menjadi lebih berkualitas.

Menurut Edy, meski bangsa ini punya koleksi jenis kopi yang sama dengan negara di belahan dunia lainnya, yaitu arabika, liberika, dan robusta, tidak semua bisa tumbuh dengan hasil yang baik.

“Yang bisa berkembang sempurna di Indonesia kebanyakan adalah jenis arabika. Hal ini berkaitan dengan kondisi agraris Indonesia yang lebih cocok untuk kopi jenis arabika,” ungkap Edy, (aby/dms)