Wednesday, 20 March 2019

Ribuan Karyawan PT Fajar Paper Demo

Jumat, 14 September 2012 — 17:07 WIB
paper149

BEKASI (Pos Kota)-Ribuan pekerja yang tergabung dalam ‎​Konsfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia unjuk rasa di depan pintu masuk perusahaan Fajar Paper di Jl Imam Bonjol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menuntut pihak perusahaan mencabut Surat Peringatan yang diberikan kepada ketua serikat pekerja perusahaan tersebut.

“Aksi yang kami lalukan sebagai bentuk solideritas buruh terhadap teman buruh yang diperlakukan semena-mena, terlebih apa yang dilakukan perusahaan dilakukan kepada ketua serikat kami, “tutur Asep kordinator aksi unjuk rasa.

“Kami akan lakukan aksi ini sampai pihak perusahaan mencabut Sp yang diberikan kepada ketua serikat pekerja kami, yang kami takutkan sekarang ini perusahaan berani memberikan Sp kepada ketua kami, bagaimana kami yang anak buah nantinya bila melakukan kesalahan”tambah Asep.

Aksi unjuk rasa ribuan buruh perusahaan Fajar Faiper kontan membuat arus kendaraan dari arah Cikarang menuju arah Bekasi menjadi tersendat karena ribuan buruh mengambil bahu jalan dalam aksi unjuk rasanya, ribuan buruh juga melakukan salat Jum’at bersama di depan pintu masuk perusahaan dan memilih bertahan sampai aksinya direalisasi pihak perusahaan.(saban)

Teks : Karyawan yang demo di Cikarang

  • Membela orang salah

    begini ini yang sudah salah kaprah, siapapun karyawannya kalau melakukan kesalahan fatal, pasti terkena SP,, juga termasuk seorang karyawan dgn posisi ketua spsi sekalipun, yg pada ikut demo itu tahu tidak alasan kenapa perusahaan memberi SP?

  • pagar makan tanaman

    ga malu apa, setiap bulan ngarepin uang di atm ditransfer dr perusahaan, uangnya mau, tapi malah bikin ribut di dlm, gentle dong, kalau tdk setuju, cari kerja ditempat lain..

    • yustinus

      Namanya buruh ya kerjaannya harus demo, makan gaji buta

  • anggota spsi

    Sebelum demo coba pikir dulu apa manfaatnya. Kalau pabrik tidak beroperasi, kalian semua makan dari mana. Sp1 diberikan karena ketua spsi tsb sering keluar perusahaan tanpa izin resmi, tidak mau bekerja, dan tidak mau negoisasi sebelum demo. Terlihat betapa tololnya ketua seperti itu, mencoba memanfaatkan suasana padahl jelas2 dia yang salah. Sekarang apa gunanya spsi kalu pabrik tutup. Emang kalian semua mau makanapa. Kalau ketua kampret keluar dipecat apa kalian mau kluar juga. Sok jadi pembela padahal masih makan gaji perusahaan. Semuanya munafik. Semoga orang seperti itu yang bisanya menghasut dapat karma setimpal bagi anak cucunya kelak.