Tuesday, 23 July 2019

Bersama 2000 Pelajar

Anak Tukang Becak Dapat Bea Siswa Pemprov DKI

Minggu, 16 September 2012 — 23:11 WIB
beabecak169

PALMERAH (Pos Kota) –Dua ribu Siswa SMA dan SMK Rawan Putus Sekolah (RPS) dari keluarga kurang mampu di Jakarta Barat memperoleh bea siswa dari Pemprov DKI Jakarta.

”Untuk semua siswa di SMA dan SMK Negeri karena sudah digratiskan. Jadi baik siswa di SMA SMK Negeri maupun swasta di DKI Jakarta, dijamin tidak lagi mengeluarkan biaya sekolah, ”kata Ka.Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr.Taufik Yudi Mulyanto,didampingi Ka. Sudin Dikmen Jakarta Barat, H.Slamet Widodo, ketika menyerahkan bea siswa di Gedung Bulu Tangkis cengkareng,Minggu pagi (16/9)

Bea siswa untuk RPS diberikan Rp 240.000/siswa/ bulan selama setahun terhitung Juli 2012 sampai Juni 2013.”Besarnya Bea Siswa RPS merupakan kesepakatan seluruh sekolah swasta yang ada di DKI Jakarta,sesuai MOU antara Pihak Sekolah Swasta dengan Gubernur DKI Jakarta,”jelasnya.

Sedang bea siswa di SMA dan SMK Negeri berlaku bagi semua siswa,yang bersekolah di SMA dan SMK Negeri meskipun domisili siswa di luar DKI Jakarta. Diberikan melalui Kartu Gratis Wajib Belajar 12 Tahun. Untuk SMA Negeri Rp 400 ribu/bulan dan SMK dari Rp 500 ribu/Rp 600 ribu/siswa/bulan disesuaikan bidang pendidikannya.

Bantuan yang sama untuk di DKI Jakarta, lebih dari 9.000 siswa, seperti di Jakarta Selatan 1.794 siswa, Jakarta Pusat 1.800 siswa, Jakarta Timur 2.500 siswa, Pulau Seribu 415 siswa, belum termasuk Jakarta Utara.

Sunardi penarik becak merupakan salah satu walisiswa yang memperoleh Besa Siswa RPS bersyukur memperoleh bantuan, sehingga selama setahun ia tak lagi memikirkan biaya pendidikan anaknya.”Anak saya enam, cucu tiga, kadang-kadang mencret juga memikirkan biaya sekolah, kalau yang di SD dan SMP memang sudah tidak bayar karena di negeri. Saya bersyukur sekarang sudah digratiskan karena di Jawa juga nggak ada sekolah sampai SMA gratis baru di Jakarta,”tuturnya polos.

Mendengar ini, Taufik udi meminta kepada stafnya untuk melengkapi becak Sunardi dengan motor, sehingga tidak harus mengayuh kembali. Selain becak tidak lagi sebagai angkutan umum.”Jadi nanti bapak tidak perlu lagi harus mengayuh mengeluarkan energy yang berat.”tutur Yaudi dismbut tepuk tangan hadirin.(herman)

Teks: Kadis Pendidikan DKI H.Taufik Yudi (ketiga dari kiri) tengah berdialog dengan Sunardi,pengemudi becak. (herman)

  • 3

    kampanye buat bos nih ye…. ;)
    duit siapa tuh…. yang dipakai ?