Monday, 19 November 2018

Gotong-Royong di Indramayu Sudah Luntur

Rabu, 19 September 2012 — 7:06 WIB
ilusgotong

INDRAMAYU (Pos Kota) – Sifat gotong-royong warga desa di Indramayu, Jawa Barat yang dahulu masih sering terlihat saat mereka membangun rumah, kini sudah benar-benar luntur.

Untuk membangun rumah, warga di desa tidak bisa dilakukan seenaknya. Tetapi terlebih dahulu harus menyerahkan jasa pekerjaan itu kepada pemborong rumah. Pemborongnya sebagian merangkap sebagai tukang batu.
Mista, 36 seorang tukang batu mengemukakan, tarif borongan jasa membangun rumah warga di desa ada dua jenis. Yaitu jasa borongan membangun rumah abangan, artinya rumah yang dindingnya tidak diplester semen dan jasa borongan membangun rumah putihan atau rumah yang dindingnya sudah diplester dan tidak dicat tembok.

Biaya jasa borongan membangun rumah abangan ukuran 48 M2 (Meter Persegi) dengan panjang 8 meter dan lebar 6 meter ongkosnya Rp7,5 juta. Ongkos jasa borongan membangun rumah putihan dengan ukuran yang sama 48 M2 sebesar Rp14 juta.

“Dahulu tahun 1980-an warga desa masih suka bergotong royong mengeluarkan tenaga membangun rumah tetangga. Sekarang sudah jarang bahkan sulit dijumpai lagi warga bergotong-royong alias menyumbangkan tenaganya membangun rumah sesama warga desa,” kata Asim, 56.

Dikatakan, sikap gotong royong warga itu luntur seiring makin seringnya warga menerima pembagian jatah uang atau barang dari pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, sehingga setiap langkah warga selalu diukur dengan nilai uang.(taryani).-

Teks : Pemborong sedang membangun rumah