Sunday, 18 August 2019

Ketua umum PPP Suryadharma Ali

Foke Kalah, Massa Parpol Pendukung Tidak Militan

Jumat, 21 September 2012 — 14:23 WIB
foke

JAKARTA (Pos Kota) –  Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menegaskan, kekalahan duet pasangan calon gubernur/calon wakil gubernur (cagub/cawagub) Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli karena tidak ada militansi dari massa partai politik (parpol) pendukungnya.

“Karakteristik dari massa parpol tidak mengikat yang biasa kita sebut massa mengambang,” kata Suryadharma yang ditemui di Bandara Haji Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat.

Seperti diketahui, hasil perhitungan cepat sementara, duet Fiauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara)  perolehan suaranya di bawah pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Padahal duet Foko-Nara didukung lima parpol, Partai Demokrat, PPP, PAN, PKNU, Golkar, Hanura dan PKS. Ketimbang pasangan Jokowi-Ahok yang hanya didukung 2 parpol, PDIP dan Gerindra.

Karena itu, lanjut Suryadharma, massa yang memilih Partai Demokrat pada Pemilu 1999 belum tentu memilih pasangan Foke-Nara yang juga didukung Partai Demokrat, termasuk massa yang memilih PPP di Pemilu 1999 belum tentu memilih pasangan cagub/cawagub yang didukung PPP.

“Inilah sifat dari  massa yang  mengambang. Karenanya pimpinan pusat partai sudah menetapkan calon kepala daerah tertentu untuk didukung, tapi belum tentu didukung massanya,” kata Suryadhaarma yang juga menjabat Menteri Agama.

Namun demikian, Suryadharma mengakui kekalahan duet Foke-Nara bukan karena adanya massa mengambang, tapi juga figur Fauzi Bowo kalah populer dibandingkan Jokowi.

(johara/sir)

  • kudil@yahoo.com

    Oligarki partai sudah berakhir…..masyarakat lebih melihat sosok / figur Jokowi.yang merakyat…..jujur…banyak simpatisan partai pendukung yang memilih Jokowi….Bukan Foke yang dianggap arogan tidak pro rakyat kecil….