Tuesday, 25 September 2018

Harga Kedelai Tetap Mahal

Perajin Tahu-Tempe Kembali Ancam Demo

Selasa, 25 September 2012 — 8:58 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

KALIDERES (Pos Kota) – Pengrajin/produsen tahu tempe yang tergabung di Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI), kembali mengancam akan demo karena tidak ada perubahan harga kacang kedelai .

”Harga kacang kedelai bukan lebih murah justru, naik, Jika sampai Oktober tidak juga turun, kami akan berdemo ke Istana Merdeka,”kata Ketua KOPTTI Jakarta Barat, Suharto, Senin sore (24/9)

Suharto mengakui, setelah pegrajin tahu tempe menghentikan produknya baik di Jabotabek maupun di sejumlah daerah, pihaknya beberapa kali melakukan pertemuan bersama Bulog, Perindustrian dan dari berbagai Kementerian.

”Awal Oktober 2012 ada dua kebijakan yang akan dilakukan pemerintah, mengembalikan pengadaan kedelai, beras, gula dan jagung ke Bulog atau Pengrajin memperoleh subsidi setiap pembelian kacang kedelai,”jelas Suharto.

“Kebijakan ini yang tengah kami tunggu, tapi jika sampai awal Oktober 2012 tidak ada maka KOPTTI akan kembali turun ke jalan untuk berdemo.”Kacang kedelai kini mencapai harga Rp 8.700/Kg yang semula Rp 6.500/Kg kemudian Juni lalu Rp 8.200/Kg,”keluhnya.

Padahal, kata Suharto, pihaknya jauh sebelumnya sudah menyampaikan hasil rapat di Serang Jawa Barat 27 Pebruari 2011 yang menghasilkan 5 tuntutan sebagai sikap KOPTTI antara lain, mengembalikan Bulog sebagai distributor,menghilangkan ego sektoral diantaran instansi pemerintah, melindungi pengrajin tahu tempe dari ancaman pemodal besar,
Dan disepakati 18 provinsi,meliputi 40.597 pengrajin tahu tempe,masing-masing DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat,Jawa Tengah, Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Bangka Belitung,Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatra Barat, Jambi,Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Riau dan Nangru Aceh Darusalam.

Dari jumlah itu terbagi dua, 29.660 pengrajin tempe, 10597 pengrajin tahu. Dengan jumlah kebutuhan kedelai 875.206 ton setiap tahunnya, terbesar Jawa Tengah mencapai 183.132 ton/tahun, kemudian Jawa Timur 181.132 ton/tahun dan DKI Jakarta sebanyak 166.540 ton/tahun. Sedang di Semanan sekitar 1.200 pengrajin tahu tempe dan olahan makanan kedelai.
Rencana aksi demo yang akan dilakukan nanti merupakan kali kedua, pertama dilakukan tahun 2008 di depan Istana Negara, karena harga kacang kedelai dalam kurun waktu 6 bulan mengalami kenaikan 9 kali. Dan akhirnya kedelai diturunkan bahkan Pemerintah memberi subsidi Rp 1.000/Kg.

Namun akhir tahun 2011 dan sampai awal 2012 harga kacang kedelai naik lagi, dengan alasan karena bea masuk kacang kedelai akan dinaikan lagi antara 5 sampai 7,5 persen ”Kami tidak ingin terulang pengrajin tahu tempe beralih ke profesi lain akibat tidak mampu lagi untuk berproduksi tahu tempe.”ujarnya. (herman)