Rabu, 26 September 2012 15:59:59 WIB

Unesco Gelar Seminar Warisan Dunia

warisan-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Masuknya Subak Bali sebagai situs warisan dunia, Indonesia telah mwmiliki 8 situs Warisan dunia. Diantaranya,  Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Manusia Purbakala Sangiran, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Lorentzn Hutan Hujan Tropis Sumatera dan Benteng Budaya Subak Bali.

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyelenggarakan seminar warisan dunia dan pembangunan berkelanjutan di Crowne Plaza Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012).

“Dengan masuknya suatu situs ke dalam Daftar Warisan Dunia, maka pada dasarnya kepentingan kita menjadi kepentingan dunia. Kita wajib melindungi, menjaga melestarikannya sesuai komitmen waktu pengusulannya dengan ketentuan UNESCO,” kata. Duta Besar RI untuk UNESCO, Prof. Dr. Carmadi Machub dalam sambutannya dalam pembukaan Seminar Word Heritage and Sustainable Development di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (26/9/12).

Carmadi Machmud, Duta Besar/Perwakilan Tetap RI untuk UNESCO mengatakan, untuk melindungi warisan dunia perluditingkatkan peran stakeholder yang meliputi pemerintah, pengelola, dan masyarakat dalam proses nominasi warisan dunia, dan perlindungan warisan dunia.

Peran stakeholder harus mampu melindungi nilai-nilai universal yang luar biasa terhadap warisan dunia, keseimbangan ekologinya, pengelolaan yang berkelanjutan, menjaga identitas dan ciri khasnya, juga menjaga kehidupan masyarakat sosial,” kata Carmedi.

Disamping itu, kata Carmadai, kesejahteraan masyarakat didalam dan disekitar warisan dunia perlu ditingkatkan dengan membuka lapangan kerja. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kehidupan sosial dengan menjaga keseimbangan lingkungan dan memelihara nilai-nilai universal luar biasa yang dikandung dalam warisan dunia.

Menurut Carmadi, tujuan seminar adalah untuk menghasilkan konsep pengelolaan warisan dunia yang berkelanjutan dan mensosialisasikan pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam proses pembangunan dan pengelolaan warisan dunia.

Acara seminar dengan nara sumber Direktur World Heritage Centre Unesco Paris, Mr Kishore Rao dan perwakilan UNESCO  Jakarta dengan peserta yang diikuti sebanyak 70 orang yang terdiri dari Kemdikbud, Kemenhut, Kemenparek, dan pengelola situs warisan dunia yang ada di tanah air.

Menurut Direktur World Heritage Centre Unesco Paris,  Mr Kishore Rao, jumlah natural dan cultural di Indonesia seimbang. Selain itu katanya, manajemennya tidak banyak masalah, tapi lebih karena ulah manusia dan bencana alam.

“Hutan tropis di Sumatera banyak rusak karena manusia. Padahal sudah ada manual bagamana manajemen yang baik untuk mengelola situs,” katanya.

(rizal/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.