Ikrar Damai SMA 6 dan SMA 70: Siap Dihukum Jika Melanggar

Kamis, 27 September 2012
ikrar damai-2

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Mencegah terulangnya aksi tawuran, pelajar SMA 6 dan SMA 70 sepakat untuk berdamai. Bahkan mereka bersedia dihukum jika melanggar komitmen perdamaian.

Deklarasi ini dibacakan  Ketua OSIS SMA 6 dan Ketua OSIS SMA 70 pada rekonsiliasi perdamaian di kantor Walikota Jaksel, Kamis (27/9).

Disaksikan Wakil Walikota Jaksel, Syamsuddin Noor, Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud, Toto Suparyitno dan Kasudin Pendidikan Menengah Jaksel, Suharyanto.

Melalui ikrar perdamaian, pelajar kedua sekolah ini berupaya menghentikan secara permanen untuk tidak melakukan perbuatan anarkis berupa bullying, perkelahian, saling menyerang dan atau tawuran.

Jika terjadi perselisihan, akan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Berupaya menjaga suasana tentram, aman dan nyaman khususnya dikawasan Bulungan dan Mahakam Kebayoran Baru.

Apabila ada melanggar dari komitmen itu, pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 bersedia menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Wakil Walikota Jaksel, Syamsuddin Noor berharap komitmen itu dapat diterapkan sungguh-sungguh oleh siswa SMA 6 dan SMA 70.

“Sebagai calon intelektual dan generasi penerus bangsa, siswa diharapkan dapat belajar tekun dengan menjalin keharmonisan dan tidak mudah terprovokasi,” harapnya.

Menurutnya, Pemko Jaksel telah berupaya mencegah tawuran antar pelajar dengan membangun posko keamanan terpadu anti tawuran di kawasan Gelanggang Remaja Bulungan di antara SMAN 6 dan SMAN 70.

Posko ini melibatkan tiga unsur yaitu polisi, Satpol PP dan Keamanan Sekolah.

“Pada masa yang akan datang akan dibentuk satuan tugas pengendalian pelajar yang berbasis di kecamatan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” urai Syamsuddin.

Harapan serupa juga diungkapkan Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud, Toto Suparyitno. “Komitmen ini harus dipatuhi demi kepentingan bersama dan jangan sampai jatuh korban lagi.”

Usai deklarasi, siswa SMA 70 memberikan bunga mawar putih kepada SMAN 6 sebagai simbol perdamaian dan belasungkawa atas wafatnya Alawy Yusianto Putra, siswa kelas X SMAN 6 saat tawuran pada Senin (24/9). (Rachmi)

Teks foto: Wakil Walikota Jaksel, Syamsuddin Noor (kiri berkaca mata) menyaksikan pembacaan deklarasi perdamaian pelajar SMA 6 dan SMA 70 di kantor Walikota Jaksel, Kamis (27/9). (Rachmi/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.