Wednesday, 14 November 2018

Pria yang Dikebiri Lebih Panjang Umur

Jumat, 28 September 2012 — 18:28 WIB
Kasim-n

WASHINGTON – Seorang ilmuwan mengatakan,  mereka memiliki bukti baru,  mengapa wanita hidup lebih lama daripada pria.

Dari studi data historis menunjukkan pria Korea yang dikebiri (kasim) jauh hidup lebih lama dibanding pria yang tidak dikebiri (non-kasim).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Current Biology  menggunakan catatan silsilah rinci bangsawan Dinasti Joseon di Korea, dalam rentang waktu 500 tahun antara tahun 1.300 hingga 1.900-an.

Menurut data itu, sebagian besar pria, termasuk raja dan anggota keluarga kerajaan, mereka meninggal di akhir 40-an atau awal– 50-an. Tapi kaum kasim rata-rata meninggal pada usia 70.

Penulis studi Kyung-Jin Min dari Inha University – Korea Selatan, mengatakan kepada AFP,  alasan yang memperpanjang hidup itu mungkin hormon jantan, testosteron.

“Testosteron dikenal mampu meningkatkan penyakit jantung koroner dan mengurangi fungsi kekebalan tubuh pada laki-laki,” katanya.

Menurut penelitian, praktik pengebirian berarti menghapus sumber hormon seks laki-sebagaimana dilakukan kepada hewan jantan yang hidup lebih lama.

Salah satu teori terkemuka penuaan adalah penuaan terjadi dengan mengorbankan reproduksi, karena tubuh memiliki energi yang terbatas yang dapat digunakan untuk menjaga fungsi reproduksi, atau menjaga yang lain.

Tapi meskipun kasim tidak bisa punya anak biologis, mereka membesarkan anak-anak, dan umumnya hidup sangat mirip rekan mereka yang tidak dikebiri.

Pria modern mencari cara memperpanjang jangka hidup mereka dapat mempertimbangkan ” terapi pengurangan testosteron”, tapi Kyung-Jin mengatakan,  teori itu mungkin prematur.

Untuk satu hal, tidak jelas apakah itu akan berpengaruh jika terapi tersebut dimulai pada usia yang lebih tua – sebab kasim yang dikebiri semua dimulai dari anak-anak. (AFP/dms)