Tuesday, 18 December 2018

Industri Pariwisata Diminta Tingkatkan Etika Pariwisata Dunia

Minggu, 30 September 2012 — 21:25 WIB
Marie Elka-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah mendorong para pelaku industri pariwisata untuk berkomitmen meningkatkan pelayanan melalui Kode Etik Pariwisata Dunia (KEKD).

“KEKD bertujuan mengembangkan  pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers Citra Pesona Pariwisata (Cipta Awards) dan Penandatanganan KEKD, di Jakarta, Minggu (30/9).

Mari mengatakan, kode etik ini bukan hanya tugas pemerintah untuk menjaga, tetapi juga para pelaku industri pariwisata lainnya, seperti masyarakat. “Untuk pekerja, mereka bisa jadi citizen watch, bukan cuma pemerintah yang menjaga kode etik, pelaku juga harus bertanggung jawab,” ucap Mari.

Para pelaku, lanjut Mari, bisa memulai dari hal yang kecil, seperti menjaga kebersihan. Ia memberi contoh seorang tour guide bisa mengajak kelompok yang dipimpin untuk menjaga kebersihan.

“Kita bisa membawa banyak kantung plastik, kemudian diserahkan ke kelompok yang kita bawa agar tidak ada sampah yang dibuang sembarangan, kemudian kantung plastik itu dibuang ke tong sampah,” jelas Mari.

Dalam acara itu,  ada  21 pelaku industri pariwisata menerima penghargaan. Mereka terdiri dari  17 asosiasi pariwisata, 2 industri pariwisata, dan 2 perwakilan dari lembaga masyarakat. Mereka  datang untuk menandatangani KEKD. Ada sekitar 10 pasal yang disepakati di dalam KEKD. Seluruhnya bertujuan untuk mengoptimalkan pariwisata Indonesia.

Melalui penandatanganan KEKD ini, Mari berharap pariwisata Indonesia bisa menjadi destinasi yang mengenangkan.

“Karena pariwisata is all about experience (pengalaman), berhubungan dengan kenangan, mereka yang pernah datang ke tempat pariwisata yang menarik tentu akan terus terkenang dan ingin kembali,” jelas Mari. (aby/dms)