Kamis, 4 Oktober 2012 22:19:34 WIB

Oknum PNS Diduga Terlibat Penjualan Gadis

oknumpns410

LAMPUNG (Pos Kota) – Oknum PNS di Lampung Utara diduga terlibat jaringan trafikcing atau penjualan terhadap seorang pelajar SMP. Tersangka Samsul alias Ujang ,35, warga Kotabumi, Lampung Utara, hingga Kamis (4/10) masih diperiksa di Polda Lampung

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Dra. Sulistianingsih, pada Kamis (4/10), mengatakan penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung membuahkan hasil, setelah tim turun ke Lampung Utara

Pelaku ditangkap dan diperiksa oleh penyidik Polda Lampung. Ditambahkan AKBP Sulistyaningsih, penangkapan oknum PNS itu adalah pengembangan dari pengakuan tersangka Deby yang telah dibekuk Rabu.

Peran dari Ujang, sambung Sulis-sapaan Sulistyaningsih-, turut serta dalam melancarkan penjualan anak di bawah umur dengan membantu pelaku Deby untuk menjual korban ke Pria Hidung belang.”Kalau pelaku yang lain masih dalam tahap pengejaran,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Lampung menangkap dua orang pelaku yang terlibat dalam penjualan anak, kedua pelaku itu yakni Deby dan Arif yakni sopir Deby yang membawa tiga orang anak dibawah umur untuk dijual ke daerah Lampung Utara. Dua pelajar SMP berhasil kabur sedangkan 1 orang terpaksa melayani hidung belang.

Pelaku Deby ,33, warga Jalan Sutoyo Gotongroyong Telukbetung Utara Bandarlampung yang diduga telah menjual ketiga korbannya yakni DN ,14, dan MKS ,14, warga Jalan Ikan Salem Bumiwaras Telukbetung Selatan, Bandarlampung, LW ,14, warga jalan KH.Ahmad Dahlan Kalpataru TbS Bandarlampung.

Peristiwa dugaan penculikan anak dibawah umur tersebut terjadi pada hari Jumat (28/9) sekitar pukul 11.00 WIB saat ketiga korban bertemu dengan pelaku yang menggunakan mobil Kijang Innova warna biru metalik nomor polisi BE 2472 BE disalah satu trafight light . (Koesma)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.