Wednesday, 26 September 2018

Akibat Harga Kedelai Melambung

Ratusan Rumah Pengrajin Tahu-Tempe Terancam Disita

Kamis, 4 Oktober 2012 — 17:40 WIB
koptisita410

KALIDERES (Pos Kota) – Ratusan rumah pengrajin/produsen tahu tempe yang juga anggota Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) di Semanan, Kecamatan Kalideres,Jakarta Barat, terancam disita Tengkulak Kedelai karena tidak bisa melunasi tunggakan hutangnya.

”Ini semua terkait harga kedelai yang naik terus,” kata Ketua KOPTTI Jakarta Barat, Suharto, saat persiapan aksi demo turun ke jalan, Kamis (4/10).

Hutang pengarajin itu bervariasi sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta/orang, sebagai jaminannya rumah mereka yang nilainya sekitar Rp 200 sampai Rp 250 juta/unit.”Ketika berhutang kedelai,a pengrajin tidak terasa, namun setelah bulanan hutangnya sudah besar dan berat untuk dibayar.”jelasnya.

Sedang pihak koperasi, tidak mampu menalangi pinjaman angota karena jumlahnya cukup tinggi, sementara harga kacang kedelai terus melambung, janji pemerintah, mengembalikan pengadaan kedelai ke Bulog juga tidak jelas

Bahkan Tim Pengkajian Peran Perum Bulog dalam Stabilitas Harga Pangan yang dibentuk melalui SK Menteri Perekonomian justru menakut-nakuti pengrajin karena harga kedelai diprediksi September sampai akhir tahun 2012 antara Rp 9.000 /kg hingga Rp 12.000/Kg.”Kami tambah bingung seharusnya diupayakan turun api diprediksi naik terus ?” tanya Suharto.

MEMBUAT SPANDUK

Untuk mengendalikan harga kedelai dan menyelamatkan utang piutang para pengrajin menurut Suharto, pengrajin dari 18 provinsi meliputi 40.597 pengrajin masing-masing DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat,Jawa Tengah, Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Bangka Belitung,Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatra Barat, Jambi,Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Riau dan Nangru Aceh Darusalam”Pertengahan bulan ini kami demo turun ke jalan. Kini kami tengah membuat spanduk dan lain-lain sebagai persiapan demo,”jelas Suharto.(herman)

Teks :Pengrajin tahu tempe di KOPTTI Semanan tengah mempersiapkan aksi demi ke jalan dengan membuat spanduk.