Friday, 20 October 2017

Anggito Abimanyu : Pejabat Pergi Haji Tak Ambil Kuota

Jumat, 5 Oktober 2012 — 18:20 WIB
Anggito-a

JAKARTA (Pos Kota) – Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu menyatakan kepergian Wakil Presiden Boediono, mantan Presiden Megawati akan mendapat perlakuan khusus dari pemerintah Arab Saudi, baik dari segi keamanan maupun pendampingan.

Itu disampaikan Anggito di ruang kerjanya, di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat sore. Ia menjelaskan selain Boediono dan Megawati yang akan berangkat ke Tanah Suci, juga Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz juga akan mendapat perlakuan khusus.

“Kami sendiri akan memperkuat petugas khusus untuk Pak Boediono, Ibu Megawati, Pak Taufik Kiemas, Pak Marzuki Alie, juga tiga menteri lainnya. Tambahan petugas khusus ini dilakukan supaya tidak mengurangi petugas haji yang sedang melayani calon jemaah haji (calhaj),” kata Anggito yang didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal PHU Kemanag Cepi Supriyatna.

Anggito mengakui para pejabat itu memang membawa rombongan dan untuk rombongan Boediono jumlah rombongannya mencapai 60 orang. “Sekali saya tegaskan kepergian para pejabat untuk pergi haji itu tidak mengambil kuota jemaah haji Indonesia,” papar Anggito.

Ia mengatakan Kemenag tidak terlibat dengan kepergian mereka ke Tanah Suci, termasuk saat mereka berada di Tanah Suci karena mereka membawa pendamping khusus dalam rombongannya, seperti Taufik Kiemas membawa dokter pribadinya, begitu juga dalam rombongan Boediono.

Menyinggung soal kepergian anggota DPR, Anggito menjelaskan Kemenag hanya memfasilitasi pemberangkatan mereka namun untuk dana kepergian anggota DPR itu sepenuhnya ditanggung anggaran DPR, termasuk sewa hotel dan makanan mereka selama berada di Tanah Suci ditanggung anggaran DPR. (johara/dms)