Jumat, 5 Oktober 2012 21:31:43 WIB

Perkemahan Budaya Nasional 2012

pramuka-n

JAKARTA (Pos Kota)  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan mengadakan Perkemahan Budaya Nasional 2012 di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, yang akan diikuti 700 anggota gerakan pramuka penggalang.

“Kegiatan yang sudah ketiga kali ini, untuk tahun 2012 ini diikuti sebanyak 700 orang dari 33 provinsi dengan peserta terdiri dari enam orang dan satu pendamping selama lima hari. Khusus untuk Sulawesi Barat diikuti 200 orang,” tutur Wamendikbud Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, pada acara jumpa pers Kemah Budaya Tingkat Nasional 2012 di Gedung Kemdikbud Jakarta, Jumat, (5/10).

Turut mendampingi Wamendikbud, Direktur Sejarah dan Nilai Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud, Enjat Djaenuderajat, Bupati Polewali Mandar, Sulbar, Andi Ali Baal Masdar, Kadisdik Provinsi Sulbar, Jamil dan Sekjen Kwarnas Pramuka, Joeyaningsih.

Menurut Wiendu, kegiatan inti kemah budaya nasional 2012 ini meliputi permainan tradisional, kreativitas tangan, gelar kesenian berupa drama, teater yang bertemakan karakter bangsa. Selain itu, juga digelar lomba kuliner tradisional, pembacaan cerita rakyat atau mendongeng, dan napak tilas.

Tujuan diselenggarakannya kemah budaya nasional ini lanjut Wiendu, adalah sebagai proses persemaian budaya kepada pramuka dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan, membekali pengetahuan pada pramuka untuk mengedepankan hidup damai dalam budaya yang beragama, serta menumbuhkembangkan karakter dan jatidiri yang baik kepada pramuka penggalang dan juga sebagai ajang perekat budaya di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara Bupati Polewali Mandar, Andi Ali Baal Masdar, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah dipercaya menjadi tuan rumah Kemah Budaya Nasional yang ke tiga.

Semula saya  kaget juga mengapa Polman Sulbar dipilih sebagai tuan rumah, katanya. “Namun sebagai tuan rumah terpilih kami telah mempersiapkan semua, tim sudah bergerak sejak dua minggu yang lalu dan kami sudah siap,” kata Andi Ali Baal.
Andi menambahkan dalam Kemah Budaya ini kami juga akan mengembalikan anak-anak yang putus sekolah untuk kembali ke sekolah. “Saat ini ada sekitar 3.700 anak yang putus sekolah tapi yang mau kembali melanjutkan ke sekolah hanya 2 ribu anak walaupun mereka digratiskan,” tegasnya.

Kadisdik Provinsi Sulbar, Jamil, mengatakan Gubernur Sulawesi Barat agak kaget mendengar Polman Sulbar ditunjuk sebagai tuan rumah, “Begitu ibu Sekjen Kwarnas Pramuka datang ke Sulbar, pada tanggal 4 September 2012 maka kami pada tanggal 6 September langsung bergerak ke lokasi Kemah Budaya, di Polman Sulbar.”

Gubernur kata dia, menyampaikan apresiasi terhadap Wamendikbud khususnya dan Kemdikbud pada umumnya serta Kwarnas atas kepercayaannya pada Polman Sulbar sebagai tuan rumah.

“Pada Kemah Budaya nanti kami juga akan me launching usaha untuk menanggulangi krisis-krisis yang terjadi pada semua anak-anak yang putus sekolah, mulai dari jenajang pendidikan SD, SMP maupun anak SMA yang putus sekolah,” jelasnya.

Sementara Sekjen Kwarnas Pramuka, Joeyaningsih, mengatakan kegiatan perkemahan Budaya Nasional ini merupakan event tiga tahunan. Kali ini kita tempatkan di Kabupaten Polman dan menjadi daerah ketiga setelah kegiatan Perkemahan Budaya Nasional pertama yang dilaksanakan di Pacitan, Jawa Barat.

“Kegiatan ini sangat positif karena para penggalang akan saling mengenali, memahami, serta mengapresiasi keanekaragaman budaya Indonesia di kalangan Pramuka,” jelasnya.
Menurut Joeyaningsih, menjadi anggota pramuka dituntut agar bisa mencintai budaya nasional dan tidak tergerus dengan perkembangan budaya Eropa yang serba kebablasan. “Penggalang pramuka ini akan mampu memilih mana budaya yang bagus dan mana budaya yang tidak pantas untuk ditiru,” jelasnya. (rizal/dms)


Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.