Monday, 25 June 2018

Nikmatnya Goes di Jalur Khusus Sepeda di Pinggiran BKT

Sabtu, 6 Oktober 2012 — 7:36 WIB
ilusnikmatnya

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Sejumlah pesepeda tampak tidak sabar merasakan nyamannya menggowes di areal sekitar Banjir Kanal Timur (BKT). Beruntung, keinginan mereka didukung Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan menggelar sosialisasi jalur khusus sepeda di sepanjang trase kering sungai buatan tersebut.

Seperti yang terpantau Pos Kota, Jumat (5/10), sekitar 50 pesepeda dari berbagai komunitas melakukan kegiatan sepeda santai di pinggiran BKT. Mereka asyik menggenjot sadel sepeda masing-masing. Kenyamanan dan keamanan dalam bersepeda ini bisa mereka rasakan lantaran adanya lima petugas Dishub DKI yang berjaga di setiap persimpangan.

Di beberapa titik persimpangan, seperti Buaran, dan Pondok Bambu juga telah terpasang beton yang biasa digunakan untuk separator. Selain itu tersedia pula parkir khusus sepeda dan sejumlah rambu khusus untuk jalur sepeda.

“Coba kalau nggak ada yang jaga, pasti banyak pesepeda motor yang nyerobot masuk jalur ini,” kata Sudiman, 69, salah seorang pesepeda dari Fun Bike Community Bunga Rampai Klender.

Sudiman berharap selain lebih steril, Pemprov DKI dapat lebih banyak menyediakan jalur sepeda di wilayah lainnya. Dia juga berharap petugas dapat menindak tegas para pengendara motor yang masuk ke jalur tersebut. Selain itu, membuat portal yang dapat buka-tutup.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menyatakan, pihaknya baru akan lakukan sosialisasi secara intensif pada Desember mendatang saat marka jalur telah terpasang semua. Saat ini, menurutnya, marka jalan di jalur sepeda di sisi utara trase kering BKT baru terpasang 80 persen. Rencananya pada akhir tahun, jalur sepeda yang memiliki panjang 6,7 km itu rampung dan mulai diresmikan.

“Bulan Desember setelah terpasang semua, kita resmikan dan mulai sosialisasi,” kata Pristono, yang ikut memantau kegiatan sepeda santai di BKT tersebut.

Pristono juga berjanji, setelah sosialisasi selain menempatkan petugas untuk mengarahkan dan melarang pengguna jalan lain masuk jalur sepeda, pihaknya juga akan memasang bollard dan portal.

“Kami mungkin hanya menjaga di jam padat pada pagi, siang dan malam hari. Selanjutnya masyarakat dapat berpartisipasi dengan melarang mereka masuk. Kalau ada pengawasan dari masyarakat itu yang kita harapkan. Sehingga pengguna motor yang mau masuk jadi takut,” katanya.

Jalur khusus sepeda, papar Pristono, nantinya akan ditambah hingga sepanjang BKT yang mencapai 22 kilometer pada sisi utara dan selatan BKT. Di jalur ini, terdapat tiga tipe jalur, yakni bike route yang tidak memiliki marka dan bercampur dengan jalan umum, bike lane dimana terdapat marka jalur sepeda meski masih bercampur dengan jalan umum, dan jalur bike path, yaitu jalur sepeda terpisah dengan jalan umum. (yulian)

TEKS : Sejumlah pesepeda tampak asyik menggowes di jalur khusus sepeda di sekitar areal BKT, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (5/10). (yulian)

  • bagong

    bsk pagi gw goes ahh…