Belum Final, Rencana Penghapusan Pelajaran Bahasa Inggris di SD

Kamis, 11 Oktober 2012
Mendikbud M Nuh

JAKARTA (Pos Kota) -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum dapat memastikan apakah akan  menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris dari kurikulum Sekolah Dasar (SD).  Mendikbud Mohammad Nuh bahwa penghapusan mata pelajaran untuk SD itu masih belum final.

“Masih belum final. Tapi kemungkinan untuk itu ada dan terbuka. Sebelum diputuskan mata pelajaran dan kurikulumnya, kami uji publik dulu. Karena hasil diskusi kan belum bisa dijadikan pegangan,” kata Mohammad Nuh di kantornya, Kamis (11/10).

Menurut M. Nuh, wacana itu kan berkembang di masyarakat. Sehingga belum ada kepastian untuk menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris di SD. Sebab kata Nuh, untuk membuat kurikulum baru, harus dirumuskan dan dilaporkan ke Wakil Presiden.

“Untuk membuat kurikulum baru harus dilaporkan dulu ke Wakil Presiden. Kemudian digodok, lalu dilakukan uji publik, kemudian di kembalikan lagi. Barulah kemudian diputuskan setelah dirumuskan,” katanya.

Munculnya penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris di SD  lantaran dilontarkan oleh Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan  Musliar Kasim  bahwa ada wacana akan menghapus dari kurikulum wajib siswa SD yang akan diberlakukan pemerintah pada tahun ajaran 2013-2014. Alasannya, keberadaan mata pelajaran tersebut membuat siswa tidak fokus mendalami kemampuan belajar Bahasa Indonesia. (rizal/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.