Friday, 16 November 2018

Jadi Tersangka, 7 Siswa SMAN 70 Belum Dikeluarkan

Kamis, 11 Oktober 2012 — 16:30 WIB
smna1110

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Dewan guru SMAN 70 hingga kini belum merubah status atau mengeluarkan dari sekolah ke-7 siswanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya siswa SMAN 6, Alawy Yusianto Putra.

“Ketujuh siswa yang menjadi tersangka masih berstatus pelajar karena menunggu keputusan dari dewan guru kami,” kata Kepala SMAN 70, Saksono Liliek usai membuka program ESQ 800 siswa SMAN 6 dan siswa SMAN 70, Kamis (11/10).

Menurut Lilik, pihaknya masih menunggu mekanisme perhitungan poin pelanggran yang ditentukan sekolah. Poin pelanggaran di SMAN 70 maksimal 100 dan di SMAN 6 maksimal 150 poin. Siswa baru akan dikembalikan ke orangtua jika sudah melebihi batas poin pelanggaran.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim merespon proses akumulasi poin pelanggaran siswa agar siswa dapat menahan diri melakukan tidakan kekerasan.

“Kemdikbud berkordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI, Polri dan kepala sekolah sudah membuat aturan tegas agar anak-anak tidak melakukan tindakan negatif,” ucapnya.

Ia mencontohkan jika ada siswa yang meninju teman sekelasnya dapat poin tertentu. Poin ini akan terus diakumulasikan. Jika ada siswa yang mengantongi poin 150 poin maka harus dikeluarkan.

Cara ini diyakini dapat membuat siswa menahan diri. Tentu saja harus ada sanksi tegas sebagai efek jera.

“Seluruh sekolah di DKI Jakarta akan dibuatkan aturan serupa. Bahkan akan diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Musliar.

Sejumlah siswa SMA 6 dan SMA 70 senang dengan adanya program ESQ untuk menjalin persahabatan dan mencegah tawuran pelajar. “Program ini bagus tapi kalau bisa lebih sering lagi diadakan,” harap Rizal, siswa SMA 6. (Rachmi)

  • rosul

    ya maulah diadakan ESQ, soalnya jadi ga belajar