Thursday, 13 December 2018

Tarif Parkir Murah, Bikin Semrawut

Sabtu, 13 Oktober 2012 — 6:59 WIB
ilustarif

JAKARTA (Pos Kota) – Dukungan warga terhadap kenaikan tarif parkir tepi jalan atau on street semakin meluas. Gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo, diminta bertindak tegas dan menyetujui penerapan kebijakan tersebut. Tarif parkir yang murah justru bikin jalanan jadi semrawut dan timbulkan kemacetan.

Kenaikan tarif parkir tepi jalan dinilai mampu mengatasi kemacetan karena warga akan berpikir dua kali untuk membawa kendaraannya dan memilih naik transportasi massal. Namun, pengawasan uang masuk dari parkir harus ketat agar tidak bocor.

“Kenaikan tarif tepi jalan akan mengurangi jumlah kendaraan yang parkir. Saya setuju. Gubernur Jokowi harus berani menaikkan. Ini akan membuat pemilik kendaraan beralih ke angkutan umum,” kata Manyus Barus, warga Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (12/10).

Hal sama dikatakan A. Sinaga, warga lainnya. Menurut Sinaga, kenaikan tarif parkir tepi jalan harus dibarengi dengan penataan lokasi parkir. “Tidak hanya sekedar menaikkan tarif. Tapi lokasi yang dijadikan tempat parkir harus ditata baik.”

Selain itu, aparat Dinas Perhubungan, juga harus mampu menertibkan kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya atau di area terlarang. “Sekarang ini masih banyak kendaraan parkir di bawah rambu larangan parkir. Ini kan jadi aneh. Petugas jangan lalai, dalam menjalankan fungsinya,” ujarnya.

TANTANGAN

Pengamat kebijakan publik, Laode Jumaidin, mengatakan tarif murah membuat tepi jalan semakin semrawut. “Ini tentu tantangan bagi Jokowi.”

Dari data, terdapat sekitar 415 ruas jalan yang dibolehkan untuk parkir di lima wilayah. Ia meminta agar lokasi parkir liar yang selama ini dikelola preman harus ditertibkan. “Ini akan menjadi persoalan. Tapi kenaikan tarif pasti didukung warga karena berperan mengurangi angka kemacetan.”

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menaikkan tarif parkir gedung atau off street. Berdasarkan Pergub Nomor 120 Tahun 2012 tentang Biaya Parkir pada Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Untuk Umum, tarif parkir baru tersebut naik hingga 150 persen dari ketentuan sebelumnya.

Di pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan apartemen atau kegiatan parkir yang menyatu untuk kendaraan roda empat naik menjadi Rp3 ribu-Rp5 ribu untuk jam pertama dibanding sebelumnya yang hanya Rp1.000-Rp2 ribu. Setiap jam berikutnya, tarif parkir kendaraan roda empat dipatok Rp2 ribu -Rp4 ribu.

Untuk kendaraan roda dua, tarif sebelumnya Rp500 naik menjadi Rp1.000-Rp2 ribu per jam. Tarif untuk kendaraan jenis bus, truk, dan sejenisnya, yang biasanya dikenakan tarif Rp2 ribu -Rp3 ribu untuk jam pertama, kini naik menjadi Rp6 ribu -Rp7 ribu. Setiap jam berikutnya dikenai Rp3 ribu dari sebelumnya sebelumnya Rp2 ribu.

Demikian pula di tempat umum, tarif kendaraan roda empat naik menjadi Rp2 ribu -Rp3 ribu untuk jam pertama dari sebelumnya Rp1.000-Rp1.500). Untuk jam berikutnya, setiap mobil akan dikenai tarif Rp2 ribu.
Seiring kenaikan tarif off street, Gubernur Jokowi diharapkan segera menyetujui kenaikan tarif parkir on street yang diusulkan Rp8000/jam untuk kendaraan roda empat. (john)

  • harry

    yang penting itu aparatnya di benerin dulu brow kalo dah bener gak bakalan orang parkir sembarangan lagi!