Wednesday, 13 December 2017

31 Kecamatan di Sukabumi Rawan Longsor

Kamis, 18 Oktober 2012 — 7:14 WIB
iluslongsor

SUKABUMI (Pos Kota) – Memasuki musim hujan ini, sekitar 31 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dinyatakan masih rawan bencana longsor. Lokasinya hampir tersebar di wilayah kabupaten, terutama di selatan Sukabumi. Hampir tiap tahun, di lokasi tersebut kerap terjadi bencana longsor.

Dari data pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, ke-31 kecamatan itu di antaranya Kalapangunggal, Cibadak, Nagrak, Kadudampit, Gunungguruh, Gegerbitung, Cireunghas, Nyalidung, Cisolok, Bantargadung, Warungkiara, Curugkembar, Sagaranten, Cidolog, Tegal Buleud, Jampang Kulon, dan wilayah lainnya.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar menjelaskan sebetulnya hampir seluruh kecamatan termasuk daerah rawan pergerakan tanah dan rawan longsor. Akan tetapi, dari hasil pemetaan BPBD hanya 31 kecamatan yang benar-benar rawan bencana.

Tidak hanya rawan longsor, Irwan menyebutkan di wilayahnya juga terdapat beberapa kecamatan yang termasuk daerah rawan banjir dan rob. Wilayah yang masuk ke rawan banjir ini umumnya dilintasi sungai dan berada di pesisir pantai. Kecamatan rawan banjir di antaranya Cireunghas, Gegerbitung, Warungkiara, Bantargadung, dan Gunungguruh. Sementara kecamatan rawan banjir rob di antaranya Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan dan Ciemas.

“Apalagi memasuki musim hujan kami menghimbay agar masyarakat selalu waspada dan siap siaga. Terutama bagi warga yang berada di daerah-daerah yang rawan bencana baik longsor maupun banjir,” ingat Irwan.
Di lain sisi, BPBD saat ini tengah mengkaji untuk melaksanakan relokasi pemukiman warga terutama yang tinggal di lokasi rawan bencana tanah longsor. Hanya Irwan belum bisa memastikan BPBD akan merealisasikan relokasi tersebut. “Tapi untuk meminimalisir kami sudah membuat jalur evakuasi bila terjadi bencana tanah longsor seperti di wilayah Desa Cijurey Kecamatan Geger Bitung,” ungkapnya. (sule)

Teks : Tanah yang longsor membuat warga was-was