Jumat, 19 Oktober 2012 — 23:23 WIB

Tidak Mudah Silau

Oleh S. Saiful Rahim

“WAH, jangan dekat-dekatlah kau. Aku paling tidak suka sakit mata,” kata seseorang yang entah siapa seraya menggeser duduknya, menjauh dari pintu ketika melihat Dul Karung masuk ke warung Mas Wargo.

Tidak seperti biasanya, kali ini Dul Karung mengenakan kaca mata besar yang sudah tertinggal zaman.

“Kau salah terka, si Dul bukan sakit mata. Dia ingin bergaya masa muda dulu. Pada pertengahan tahun 1950-an, kaca mata Rayban besar dengan warna hijau muda seperti yang dipakai si Dul itu sangat modis. Biasanya dikenakan oleh perwira-perwira muda AURI yang sekarang disebut TNI-AU itu. Kalian tahu, dulu itu, kalau ada pemuda dengan perawakan tinggi, atletis, berkaca mata seperti yang dikenakan Dul Karung itu, gadis-gadis akan berolah gaya menarik perhatian,” komentar Mas Wargo, orang yang tertua di antara mereka yang ada di warung.

“Tapi sekarang kaca mata seperti itu sudah ketinggalan zaman. Lagi pula TNI-AU sedang mendapat sorotan negatif gara-gara ada oknum perwiranya yang memukuli wartawan secara sadistis,” tanggap orang yang entah siapa, yang tadi menggeser duduknya itu.

“Alah, kalian semua sok tahu,” potong Dul Karung seraya duduk di salah satu bagian yang kosong dari bangku panjang yang hanya satu di warung kopi itu.

“Aku tidak sakit mata, dan bukan sedang bernostalgia masa muda ketika aku banyak dilirik cewek-cewek remaja. Aku hanya ingin seperti Deddy Mizwar, tidak gampang silau,” sambung Dul Karung seraya melepas kaca matanya, dan mencomot sepotong singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Ah, omonganmu susah ditafsir, Dul. Di dalam warung kok takut silau,” kata Mas Wargo dengan nada sedikit tersinggung.

“Lagi pula apa hubungannya silau dengan Deddy Mizwar?” sambung orang yang duduk tepat di kiri Dul Karung.

“Nah, ini contoh orang yang tertinggal zaman,” kata Dul Karung seraya menunjuk orang yang duduk di sebelah kirinya, dan kembali mengenakan kaca mata besarnya.

“Kalian tahu, di tengah zaman artis berebut mengejar jabatan di legislatif maupun di eksekutif, Deddy menolak tawaran menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Dengan elegan Deddy berkata bahwa dia merasa belum berbuat apa-apa untuk Jawa Barat, jadi terlalu terhormat bila dia dicalonkan menjadi Wagub. Itu sikap yang luar biasa dari seorang artis.

Sebagai orang yang sangat terbiasa berhadapan dengan lampu kamera yang berkilau-kilau, dia tidak mudah silau. Juga terhadap jabatan. Padahal, mentang-mentang ada kiasan yang mengatakan “dunia ini hanya panggung sandiwara,” banyak artis yang berpikir akan mampu bersandiwara di mana saja,” sambung Dul Karung  seraya meninggalkan warung sebelum ada orang yang membantah pendapatnya. ( syahsr@gmail.com )


Induk

Kamis, 28 Mei 2015 — 6:14 WIB
Dagang Seks Remaja Putri
Rabu, 27 Mei 2015 — 5:09 WIB
Menguji Transparansi Penegakan Hukum
Selasa, 26 Mei 2015 — 5:42 WIB
Keamanan Pangan Dalam Bahaya
Senin, 25 Mei 2015 — 1:27 WIB
Waspadai Kejahatan Jalanan
Sabtu, 23 Mei 2015 — 5:38 WIB
Pansel Capim KPK Harus Berani Tolak Titipan

Kopi Pagi

Kamis, 28 Mei 2015 — 6:15 WIB
Bisnis, Hobi dan Mimpi
Senin, 25 Mei 2015 — 1:29 WIB
Pameran Batu Akik
Kamis, 21 Mei 2015 — 5:59 WIB
Waspada Beras Plastik
Senin, 18 Mei 2015 — 5:55 WIB
Conditio Sine Quanon
Senin, 11 Mei 2015 — 6:09 WIB
Nama Diri

Bang Oji

Selasa, 26 Mei 2015 — 5:41 WIB
Buang Waktu dan Energi
Selasa, 19 Mei 2015 — 6:13 WIB
Dibikin Cantik
Selasa, 12 Mei 2015 — 6:00 WIB
Apa Iya?
Selasa, 5 Mei 2015 — 5:58 WIB
Badai Apa Lagi?
Selasa, 28 April 2015 — 5:55 WIB
Cepat Diangkut

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 23 Mei 2015 — 5:37 WIB
Kecewa Banget
Jumat, 15 Mei 2015 — 6:07 WIB
Jadi Pemimpin itu Susah
Sabtu, 9 Mei 2015 — 5:28 WIB
Tempat Meninggal
Sabtu, 2 Mei 2015 — 6:16 WIB
Urunan dan Utang
Sabtu, 25 April 2015 — 5:59 WIB
Turun dan Naik