Monday, 11 December 2017

Shabu Senilai Rp 1,4 Miliar Gagal Diselundupkan

Selasa, 23 Oktober 2012 — 17:42 WIB
lampsabu2310

LAMPUNG (Pos Kota) – Jaringan narkoba antarprovinsi dikendalikan seorang napi LP Merah Mata. Tidak tanggung-tanggung, barang yang sedang dipesan melaluinya mencapai 1.948 gram senilai Rp. 4,8 miliar. Beruntung barang bukti itu berhasil diamankan di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pukul 23.30 WIB.

Kapolda Lampung, Brigjend Pol. Jodie Rooseto didampingi Dir Narkoba Polda Lampung, Kombes. Edi Swasono, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Tatar Nugroho menggelar keberhasilan ungkap kasus narkoba ini di Koridor Polda Lampung, pada Selasa (23/10).

“Adapun kronologis penangkapan sabu ini bermula saat mobil Daihatsu Xenia BG-1458-NLyang ditumpangi Two Hendryk Jua,40, Hamdan, 19, dan Chandra ,28, melintas di SI digeledah. Petugas menemukan sabu yang dikemas di kaleng susu bayi kemudian dimasukkan dengan menggunakan tas jinjing bertuliskan Cha mart. Ternyata dari pengakuan tersangka mengaku bahwa kaleng susu akan diberikan di Jakarta kepada Rahmat Yuli basuki ,42, dan Indra Sumpena ,32, warga Antapari, Wetan, Bandung,” ujar Kapolres.

“Setelah tersangka siperiksa, mereka mengaku bahwa yang merupakan bos mereka dalah SC napi di LP Mata Merah yang dikenal suka keluar masuk penjara dengan kasus yang sama. Anggota dan saya langsung ke LP Mata Merah dan sempat tertahan 1 jam baru bisa masuk ke ruangan napi SC. Saat digeledah di dalam sel sudah rapi dan bersih tidak ditemukan barang bukti narkoba,” Lanjut Kapolres.

Modus yang digunakan tersangka dengan mengemasnya dalam kaleng susu bayi agar tidak dicurigai petugas dan cara memutus jaringan pengiriman sabu ditinggalkan saja di dekat Taman Mini Indonesia.

Selain pengungkapan kasus narkoba jenis sabu juga Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap kasus narkoba jenis ganja sebanyak 21 Kg yang berasal dari Aceh.

Ganja dikemas secara perpaket berisi 1 Kg dengan jasa pengirim bus PO Handoyo AA-1501-CA dari Pekanbaru Riau tujuan ke Surabaya diantar ke Pramono Iswadi ,37, warga Sidoarjo, Jawa Timur.

Tersangka Pramono Iswadi langsung ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan dan mengaku bahwa ganja merupakan pesannya dari Aceh menuju Riau lalu ke Surabaya.

Para tersangka akan dijerat UU RI No 35 Th 2009 pasal 114 dengan penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara dengan denda maksimum Rp. 17 M. (Koesma)