Monday, 22 October 2018

Pertanyakan Penanganan Korupsi

Mahasiswa Demo Kejati Banten

Rabu, 24 Oktober 2012 — 19:29 WIB
kejatibanci2410

SERANG (Pos Kota) – Seratusan orang gabungan dari BEM Mahasiswa Universital Mathla’ul Anwar Banten dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Pemantau Pembangunan (GMPP), berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Rabu (24/10). Mereka mempertanyakan kejelasan beberapa kasus korupsi yang ditangani Kejati, diantaranya Kasus Samsat Sepatan, Baju Dinas DPRD Banten, dan Bantuan Kapal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Pendemo tiba dengan membawa atribut aksi seperti spanduk dan umbul-umbul. Mereka yang dikawal aparat kepolisian ini kemudian secara bergantian berorasi. Setelah beberapa menit, mereka akhirnya diterima Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Syamsul Bahri, SH, dan Kasi Penuntutan M. Mahmud di salah satu ruang Kejati.

Ketua Umum LSM GMPP Musa Wiliansyah mengatakan, selama ini beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati agaknya ditutup-tutupi dan terkesan tidak transparan dalam mengungkap kasus hingga tuntas. “Seperti kasus Sepatan yang kabarnya dihentikan karena sudah ada pengembalian ke kas daerah. Bagaimana ini, berarti enak sekali kalau korupsi ya tinggal dikembalikan saja, pasti mereka lolos,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Aspidsus Syamsul Bahri mengapresiasi pengunjukrasa yang turut melaporkan adanya dugaan korupsi. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah yang positif dalam rangka pemberantasan korupsi.

“Itu patut dipuji. Jadi nanti kalau memang teman-teman menemukan bukti-bukti itu serahkan ke kami. Silahkan laporkan dengan berkas-berkas maupun bukti-bukti temuannya, nanti akan kami pelajari,” tuturnya.(haryono)

Teks : Polisi mengawasi ketat mahasiswa yang demo