Benazir Limbad Ingin Damai dengan Susi Indrawati

Jumat, 26 Oktober 2012
Benazir Limbad-n

JAKARTA (Pos Kota) – Gonjang-ganjing kehidupan rumahtangga ‘The Master of Fakir’, Limbad, belum pupus. Meski belum memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi terlapor, Benazir Endang Budiyanti selaku istri siri, berkeinginan menempuh jalan ‘damai’ dengan istri sah Susi Indrawati.

“Jujur, sampai saat ini saya merasa belum nyaman. Apalagi dengan adanya sejumlah teror dan ancaman pembunuhan terhadap diri saya,” ungkap Benazir dalam wawancara khusus yang mengundang kehadiran Pos Kota, di rumah orangtuanya kawasan Mauk, Tangerang, Banten, Kamis (25/10) sore.

Tidak ada harapan lain yang ingin dicapai Benazir kecuali adanya upaya perdamaian. “Saya ingin Mbak Susi bisa menerima saya. Sebab, apa yang saya hadapi  dan alami sekarang ini, sudah merupakan takdir. Demi Tuhan, awalnya tak ada dalam bayangan kalau saya akan berjodoh dengan Mas Limbad,” tutur wanita cantik berkulit putih bersih dengan ciri khas berjilbab itu lagi.

Wanita kelahiran Jakarta 19 Juli 1986 itu, lebih jauh menuturkan keinginannya. “Saya ingin sama-sama hidup bahagia. Begitu pula Mbak Susi, jika ingin meneruskan perkawinannya dengan Mas Limbad. Siapa pun wanita di dunia ini, pasti nggak ada yang ingin dimadu atau dijadikan madu?” Begitu terang Benazir yang beda 15 tahun dengan usia Limbad.

Putri ke-3 dari 5 bersaudara pasangan keluarga Agus Ahmad (almarhum) dan Bunayah, sangat yakin kalau Limbad bisa berlaku adil. “Pada dasarnya Mas Limbad itu sangat menghargai wanita atau istri dan penyayang terhadap anak-anak. Karena itu, saya kagum dan akhirnya mau diperistri,” ucapnya, blak-blakan.

Proses kenalan kali pertama dengan Limbad, dikisahkan Benazir, ketika sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta, sekitar Maret 2011. “Saat itu saya sekeluarga ingin mengantar Mama yang ingin melaksanakan umroh ke Tanah Suci. Tiba-tiba keponakan saya minta foto bareng, karena Mas Limbad memang sedang jadi artis terkenal. Saya juga kaget begitu Mas Limbad memaksa minta no HP,” katanya.

Setelah kejadian itu Limbad sering SMS dan menghubungi via telepon. “Saya pun bersikap cuek dan tak mau melayani. Sungguh kaget saat Mas Limbad sering datang ke rumah. Kemudian mengutarakan ke Mama, kalau Mas Limbad ingin menikahi saya. Padahal saya sedang dekat dengan seorang pria,” jelas Benazir.

Keteguhan sikap Limbad yang pantang menyerah, bikin dirinya kagum dan menyukai karakter keberanian serta bersikap terus terang. “Saya tahu kalau Mas Limbad sudah punya istri dan tiga anak. Tapi, karena bercerita kalau dirinya tak bahagia bersama Mbak Susi, itulah yang membuat hati saya jadi luluh dan mau dinikahi,” papar dia.

Pada saat ijab kabul alias menikah siri, diterangkan Benazir, kejadiannya pukul 19.30 WIB pada 14 Mei 2011 di rumahnya kawasan Mauk, Tangerang, Banten. “Pernikahan itu disaksikan keluarga besar dengan wali hakim kakak saya. Untuk saksi ada Pak Lurah Banyuasih serta kedua kakak Mas Limbad,” terang Benazir  yang mengaku masih berstatus gadis saat menikah dengan Limbad.

Selama delapan bulan setelah menjalani pernikahan siri dengan Limbad, Benazir mengaku baru hamil. Begitu usia kehamilan memasuki 6 minggu, Susi selaku istri sah Limbad, mengetahui kabar tersebut. “Pernah ribut dan datang melabrak, tapi bisa didamaikan oleh ibu Elsya Syarief,” kisah Benazir yang melahirkan bayi perempuan, Lim Bintang, pada 12 September 2012 di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. (santosa/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.