Friday, 23 August 2019

Santap Nasi Goreng, 46 Karyawan Tol Keracunan

Jumat, 26 Oktober 2012 — 22:20 WIB
racungroeng2610

CIRACAS (Pos Kota) – Sebanyak 46 karyawan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ/JORR-Jakarta Outer Ring Road) dilarikan ke lima rumah sakit karena lemas dan muntah-muntah, Jumat (26/10). Diduga, mereka

Korban adalah karyawan yang bertugas sebagai sebagai penjaga pintu tol, petugas kebersihan dan kasir di antaranya di Pondok Ranji, Pasar Rebo, Lenteng Agung, Jatiasih, dan Pasar Rebo. Mereka langsung dilarikan ke lima rumah sakit terdekat, mulai dari RS Harapan Bunda, RSUD Pasar Rebo, RS International Bintaro, RS Pondok Indah dan RS Mitra Keluarga Bekasi.

Diretur Operasional PT JLJ, Albert Silaen, mengatakan jumlah karyawan yang mengalami keracunan itu sebanyak 46 orang. Namun setelah dibawa ke rumah sakit, 42 di antaranya diperbolehkan sore hari. Empat korban masih dirawat inap, seorang di antaranya di RS Harapan Bunda. “Mereka awalnya mules-mules setelah menyantap menu makan siang yang kami pesan dari katering,” ungkapnya. “Perusahaan katering itu sudah 3 buloan bekerja sama dengan kami.

DIMULAI DARI TANGERANG

Menurutnya, saat kejadian korban tengah bekerja di sektor masing-masing pada shift pertama. Di shift ini terdapat 150 karyawan yang bertugas di enam wilayah. Karyawan yang mengalami gejala keracunan pertama kali adalah yang bertugas di pintu tol Pondok Ranji, Tangerang. Tak lama, laporan sama didapat dari petugas gerbang tol lainnya.

Dr. Susanto Ong, dokter jaga UGD RS Harapan Bunda, mengatakan semula 14 karyawan dibawa ke rumah sakit tersebut. Namun setelah diinfus dan diobati, 13 pasien diperbolehkan pulang. Satu orang lainnya, Fiat, 18, harus dirawat inap karena kondisinya lemah.

“Mereka keracunan dari nasi goreng yang disantapnya. Untuk mengetahui jenis racunnya dan dari unsur makanan apa, kami masih periksa di laboratorium. Pasien sudah diambil sampel darahnya,” kata dr Susanto Ong.

Selain diinfus, kata Susanto, pasien juga telah diberikan obat penangkal racun. Jika kondisinya membaik pasien diperbolehkan pulang. (ifand)

Foto ilustrasi