Sabtu, 27 Oktober 2012 15:08:03 WIB

Polisi Siagakan 3600 Aparat

100 Ribu Buruh di Kabupaten Bogor Senin Demo

demobopor2710

BOGOR (Pos Kota) – Ancaman demonstrasi 100 ribu buruh Bogor yang akan memblokade beberapa gerbang tol, disikapi serius Kapolres Bogor, AKBP Heri Santoso.

Bahkan untuk pengamanan aksi buruh Senin (29/10) , Polres Bogor telah menyiapkan 3.600 personil.”Anggota ini diambil dari Polres Bogor, Brimob Polda Jabar dan TNI. Ratusan buruh ini menamakan diri (Modar) alias mogok daerah,”kata AKBP Heri saat dikonfirmasi Pos Kota.

Ia menambahkan, ada beberapa istilah yang dipakai buruh, seperti Mogok Total (Motal), tutup tol (Tutol) dan Modar sendiri.

Kapolres juga enggan berkomentar, jika masifnya aksi buruh dengan sejumlah istilah di wilayah Bogor, ada keterkaitannya dengan jelang Pilkada Gubernur Jabar.

Buruh akan mengepung Kantor Bupati Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, selain berencana menutup tol, jika aspirasi mereka tentang kenaikan UMK tidak dikabulkan.

Ditambahkan, aksi buruh sudah menjurus ke pemaksaan rekan lainnya. Tindakan para buruh yang melakukan sweping ke perusahaan lain untuk memaksa buruh lain yang bekerja, agar turun ke jalan, sudah disesalkan banyak pengusaha.

“Kami sudah dapat laporan dari beberapa perusahaan besar, jika aksi 3 Oktober lalu, pihaknya merugi dalam nominal ratusan juta hingga miliaran, akibat dari sikap memaksa kehendak pendemo dibawa salah satu serikat kerja,”kata Kapolres.

Dalam laporan tersebut, para pengusaha konveksi mengaku, karyawan mereka yang masih bekerja dipaksa keluar.

“Saat pendemo masuk, karyawan sedang melakukan pewarnaan dan lainnya dikamar produksi. Karena mereka dipaksa keluar untuk demo, maka kain terus terendam dalam kubah pewarna. Hasilnya ribuan kubik kain rusak. Sangat kami sesalkan tindakan ini. Soalnya, utusan dari perusahaan kami juga sudah berdemo,”kata manajer salah satu perusahaan konveksi.

Kapolres menambahkan, jajaranya saat ini tengah melakukan penyidikan dan pendalaman dari laporan puluhan perusahaan yang langung datang ke polres Bogor.

“Kita akan dalami laporan tersebut, karena selain mengalami kerugian materi, banyak perusahaan yang mengeluhkan beberapa fasilitas pabriknya yang rusak karena aksi anarkis para buruh,”paparnya.

Lokasi yang menjadi konsentarsi berkumpulnya buruh yakni, Kawasan BORR Sentul, Cileungsi, Gunung Putri, Citeureup, dan Kantor Bupati Bogor serta kawasan Lido Cigombong.

Kordinator Aksi Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPIN) Kabupaten Bogor, Edi Purwanto mengatakan, mogok daerah dengan ratusan ribu buruh, diharapan membuka pikiran Bupati Bogor akan kesejahteraan karyawan pabrik.

“Kami tetap pada tuntutan sebelumnya yakni menghapus sistem outsourching dan kontrak, menuntut kenaikan UMK 2013 sebesar Rp 3,2juta/bulan.(yopi)

Teks : Kapolres Bogor, AKBP Heri Santoso (kiri) menerima penghargaan dari Rektor IPB untuk masalah Kamtibmas (yopi)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.