Wednesday, 18 September 2019

Jokowi Diminta Bertindak

Ribuan Pengemis Serbu Jakarta

Minggu, 28 Oktober 2012 — 5:22 WIB
iluspengemis

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan pengemis dari luar ibukota mengalir ke ibukota. Mereka kebanyakan memilih mengais rezeki di perempatan jalan, lampu merah, dan lokasi startegis lainnya.

Di Jakarta Selatan, gepeng ini menguasai lokasi strategis seperti kawasan CSW Blok M, Mayestik, Kebayoran Baru, Pancoran, Lenteng Agung, Pondok Indah, kawasan Gatot Subroto, Jalan Supomo, Melawai, Blok M, Fatmawati, TB Simatupang, Jalan Raya Kebayoran Lama, Pasar Rumput, Casablanca, dan Pasar Minggu.

Selain wilayah itu, di Jakarta Pusat, gepeng juga menyemut di perempatan Coca-Cola Cempaka Putih, sekitar rel kereta Senen, Tanah Abang, Pasar Baru, dan lainnya.

Potret serupa juga terekam di tiga wlayah kota lainnya Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sebagian besar mereka datang dari Cirebon, Pemalang, Brebes, dan daerah Pantura lainnya. Meski ribuan gepeng menyerbu ibukota, tetapi Dinas Sosial DKI Jakarta terkesan mendiamkan.

Menurut Amir Hamzah, Direktur LSM Metropolitan Cabin For Wach And Empowermant (McWe), Sabtu (27/10), Gubernur Jakarta Jokowi seharusnya memiliki konsep untuk penertiban gepeng tersebut.

Jokowi resmi menjabat Gubernur DKI Jakarta baru 12 hari. Sejauh ini ia gemar blusukan ke permukiman warga . Mantan Walikota Solo ini juga tergolong dermawan, belum lama ini di Mesjid Sunda Kelapa ini membagi duit kepeda pengemis.

GEPENG TERORGANISIR

H. Firmansyah, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, membenarkan gepeng di ibukota semakin menyemut. “Mereka terorganisir. Bila tidak segera ditangani maka Jakarta akan kembali dipenuhi gepeng,” tandasnya.

Sesuai dengan data di Dinas Sosial DKI Jakarta, tiap tahun gepeng serta penyandang masalah sosial lainnya dipulangkan ke daerah asalnya. Hingga September 2012, instansi ini sudah memulangkan 4.000 ribu orang.

Kian Kelana, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, mengatakan pihaknya akan menertibkan masalah gepeng dan penyandang masalah sosial lainnya itu. (john)