Nah Ini Dia

Senin, 29 Oktober 2012 22:14:30 WIB

Bu Kades Langsung Ngablak

NID-30 OKT

KADES biasanya sangat jeli dan allergi jika ada warga yang memalsu identitas. Tapi seorang Kades wanita dari Lamongan (Jatim) tak bisa apa-apa ketika lelaki yang mengajak dirinya kawin pakai data-data palsu. Ketika dilamar “bujangan” Handoyo, 37, Kades Prijet Ngablak bernama Nunik, 28, ini langsung saja ngablak siap tempur di ranjang!

Menyandang status janda dalam usia belum kepala tiga, memang sangat menyiksa diri. Di samping sering menjadi sasaran empuk gosip dan fitnah, sebagai wanita muda yang normal, dia tak tahan terlalu lama dilanda sepi. Maka begitu bernafsunya segera dapat pasangan pengganti, banyak yang tidak bertindak selektif. Akibatnya banyak juga yang kecele. Ngakunya si suami baru masih perjaka tingting, nggak tahunya sudah biasa tingkrang-tingkring alias sudah berkeluarga.

Nunik memang masih muda. Tapi dalam usia semuda itu pula dia sudah menyandang status janda. Karena dia memang cukup cantik di kelasnya, orang pun menyebut sebagai randha kempling. Lalu banyak lelaki yang mendekati. Ada yang sekedar iseng di kala ukuran celana mendadak berubah, ada juga yang sungguh-sungguh ingin mengambilnya sebagai istri sekaligus menjadi ratu rumahtangga.

Dari sekian peminat, yang masuk nominasi hanya Handoyo seorang. Lainnya tereliminasi pada kesempatan pertama. Sedangkan Handoyo ini, di mata Nunik sungguh sesuai dengan seleranya. Menyandang status bujangan dalam usia 37 tahun, tak juga mengundang kecurigaan. Karena Nunik merasa telah menemukan kejujuran di mata Handoyo. Orangnya sederhana, tidak sombong, pada keluarganya cepat akrab. Pokoknya sedikit Njokowilah.

Karena dinilai Handoyo cukup serius, Nunik yang kebetulan juga Kades Prijet Ngablak Kecamatan Karanggeneng mengajaknya menikah resmi. Handoyo pun segera mengurus dokumen pernikahan, termasuk surat numpang nikah segala. Singkat cerita keduanya berhasil menikah dengan sukses, dan program “mbelah duren” Handoyo atas Nunik pun berlangsung tanpa terkendala.

Tapi entah apa alasa Handoyo, Nunik tak pernah curiga ketika suami barunya itu tidak selalu tidur di rumahnya, Kompleks Graha Indah, Karanggeneng. Paling semalam, setelah sporing balansing dan amplas platina, pergi lagi untuk datang tiga hari kemudian. Nunik sendiri Kades yang sibuk, sehingga rasa sepinya sebagai pengantin baru bisa terhibur oleh kesibukan kerjanya.

Di rumah sendiri, Handoyo juga tak mengundang kecurigaan istri bahwa sudah punya “kendaraan” baru.  Sampailah kemudian guru salah satu anak Handoyo memberi tahukan kepada istri Handoyo bahwa suaminya suka mangkal di rumah wanita di Komplek Griya Indah Karanggeneng. Tentu saja data Ny. Handoyo mendadak sontak jadi mengkap-mengkap. Buru-buru dia mendatangi RT setempat, mengecek kebenaran informasi itu.

Ternyata benar, Pak RT memang punya surat lapor dari Handoyo bahwa tinggal di kompleks ini karena sudah menjadi suami Nunik pemilik rumah. Penyelidikan berlanjut sampai pemeriksaan surat nikah segala. Namun ternyata, surat nikah yang dimiliki Nunik – Handoyo palsu adanya, sebab setelah dicek di KUA Karanggeneng, tak ada peristiwa perkawinan antara Nunik dan Handoyo. Sadar telah dikadali oleh suaminya, Ny. Handoyo pun lapor ke Polres Lamongan. Kini Handoyo dan Bu Kades jadi urusan polisi.

Suratnya palsu, tapi auratnya asli kan Bu Kades? (SP/Gunarso TS)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.