Dirjen Bimas Hindu Bantah Korupsi

Selasa, 30 Oktober 2012
hindu3010

JAKARTA (Pos Kota) – Dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi, Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Ida Bagus Gde Yudha Triguna mengklarifikasi tudingan tersebut.

“Saya prinsipnya siap memberikan penjelasan kepada KPK kalau memang KPK membutuhkan keterangan atas laporan tersebut,” kata Yudha dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Yudha Triguna dilaporkan ke KPK dengan tudingan, bahwa anggaran Kemenag lebih banyak disalurkan kepada Universitas Hindu Indonesia (Unhi), di mana ia menjadi rektornya. Selain itu, ia juga dilaporkan rangkap jabatan selain menjadi rektor juga menjadi Dirjen Bimas Hindu.

Yudha menjelaskan Unhi bukan milik dirinya tapi milik Majelis Tertinggi Agama Hindu, yaitu Parisadfa Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI Pusat). “Jadi bantuan ke Unhi tidak menyalahi Tusi Ditjen Bimas Hindu, karena Unhi juga lembaga pendidikan tinggi swasta di bawah pembinaan Kemenag,” kata Yudha.

Ia mengakui ada dana Rp9 miliar setiap tahunnya yang dikeluarkan melalui Dirjen Bimas Hindu Kemenag untuk perguruan tinggi agama Hindu swasta (PTAHS), termasuk dana Rp9 miliar disalurkan ke Unhi.

Menurutnya besaran yang diberikan kepada PTAHS didasari “Student Body”, rasio yang dimiliki dari masing-masing program studi pada PTAHS itu sendiri.

Soal laporan rangkap jabatan yang dilaporkan ke KPK, Yudha menjelaskan, sejak awal dirinya tidak memiliki keinginan untuk menjadi Rektor Unhi, bahkan sewaktu diadakan pemilihan dirinya tidak hadir tapi ternyata senat universitas tetap memilihnya.

Saat ditanya apakah dirinya akan mundur sebagai rektor, Yudha menjelaskan dirinya tidak akan mundur karena Januari tahun depan jabatannya akan berakhir.

Dalam keterangannya, ia didampingi Kabid Humas Kemenag M Zainuddin Daulay. (Johara)

Teks ; Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Gde Yudha Triguna (tengah) saat memberikan klarifikasi soal tudingan korupsi didampingi Kabid Humas M Zainuddin Daulay. (Johara)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.