Thursday, 15 November 2018

Oleh S Saiful Rahim

Negeri Galau

Sabtu, 3 November 2012 — 10:38 WIB

SETELAH memberi salam, Dul Karung masuk ke warung kopi Mas Wargo sambil beristighfar. Beberapa orang yang mendengarnya pun memandang dengan penuh rasa heran.

“Biasanya bila seseorang masuk ke suatu tempat, setelah memberi salam dia akan mengucapkan alhamdulillah. Bersyukur telah sampai ke tujuan. Bukan malah istighfar,” komentar salah seorang yang ada di warung, entah yang mana.
“Kecuali dia salah masuk. Bukan ke rumah atau ke warung, tapi ke kandang macan,” tambah orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang yang hanya satu di warung itu, sambil mengunyah tempe goreng.

Mendengar komentar-komentar tersebut semua orang yang ada di warung pun tersenyum. Bahkan ada yang tertawa meledak-ledak. Kecuali Dul Karung dan Mas Wargo. Dul Karung karena merasa diejek, sedangkan Mas Wargo karena serius menuang air panas ke gelas yang berisi kopi bubuk dan gula pasir.

“Aku bingung. Bahkan hampir putus asa melihat negara ini galau,” kata Dul Karung yang masih tetap berdiri. Biasanya setelah masuk warung dia langsung duduk. Baik dengan tangan yang mencomot, atau tidak mencomot, singkong goreng.
“Apa maksudmu berkata negara ini galau? Biasanya yang galau perasaan, bukan negara. Negara kan tidak punya perasaan. Bahkan pengelolanya pun tidak punya perasaan,” kata orang yang duduk dekat pintu seraya mengembuskan asap rokok ke luar.

“Cobalah kalian perhatikan. Kekacauan apa yang tidak ada di negara kita sekarang? Pelajar sampai mahasiswa tawuran. Penduduk antardesa bentrok. Menteri dan anggota DPR bukan saling tuding soal politik, melainkan soal peras memeras. Mesjid dihancurkan bukan oleh orang non-Muslim, atau orang ateis, tapi oleh sesama Muslim. Lembaga penegak hukum negara saling adu otot. Dan presiden justru ke luar negeri.

Kalau benar ada pulau yang diperjualbelikan seperti tempo hari diisukan, aku ingin menjadi penduduk pulau yang dijual itu sajalah. Galau, galau,” kata Dul Karung seraya meninggalkan warung.

(syahsr@gmail.com )

  • sseffendi2000@yahoo.com

    FAKTA2 TADI SBG BUKTI BAHWA MANUSIA NKRI DI BAWAH KOMANDO SYAITAN YANG TERKUTUK. MELALUI HAWA NAFSUNYA.KLW INGIN SELAMAT DUNIA AKHERAT SATU2NYA CARA HARUS TOBAT NASUHA DAN MENJADI ORANG2 YANG BERIMAN. KARENA HANYA ORANG2 YANG BERIMAN MEMILIKI AKAL SEHAT. JAUH DARI BISIKAN SYAITAN.MATI INSYA. MASUK SURGA. JADI ORANG BERIMAN – JADI ORANG YANG BERUNTUNG. DUNIA INI SKG. PDT N UMAT JAHUDI, NASRANI, HINDU, BUDHA BER BONDONG2 MASUK ISLAM KARENA HIDAYAH ALLAH SWT. HANYA ORANG2 CERDAS – ORANG2 BERIMAN YG AKAN SELAMAT DI DUNIA DAN AKHERAT. TAK PERLU GALAU.