Friday, 16 November 2018

Ilham Anas Berharap Obama Menang

Selasa, 6 November 2012 — 20:52 WIB
Ilham Anas

JAKARTA –  Kembaran Barack Obama di Indonesia, Ilham Anas berharap, Barack Obama, menang pemilu dan menduduki posisi presiden AS untuk kedua kalinya.

Ilham Anas Obama bersama keluarga

“Saya berharap Mr President bisa menjabat untuk kedua kalinya karena kami warga Indonesia merasa bersaudara dengan anda dan kalau ke Indonesia lagi saya ingin foto bareng,” kata Ilham dalam  wawancara dengan BBC Indonesia.

Kemiripannya dengan Obama telah memberikan banyak berkah pada wartawan majalah remaja ini. Dia mulai dikenal publik sekitar empat tahun lalu saat Obama mencalonkan diri sebagai presiden AS untuk pertama kalinya.

Kemiripannya dengan Presiden AS bukan hanya mengejutkan warga Indonesia, Asia, bahkan juga warga AS sendiri.

‘Demam Obama’ yang melanda Indonesia pada 2008 menjadi jalan pembuka berbagai peluang untuk Ilham.

Kebetulan, Barack Obama menghabiskan empat tahun di Jakarta mengikuti ibunya Ann Dunham yang menikahi pria Indonesia Lolo Soetoro.

Ilham mengatakan ia bersyukur dikaruniai fisik mirip Obama. Selain diminta tampil di berbagai acara ia pun menjadi bintang iklan sejumlah produk.  “Alhamdulillah, ini rezeki. Saya tidak melakukan apa-apa, sekedar mirip saja dan saya bersyukur,” kata Ilham.

Namun memiliki fisik mirip Obama tidak selalu menguntungkan. Kerap ia harus ‘menyamar’ saat melakukan tugas jurnalistiknya.  “Saya seringkali harus menyamar dengan mengenakan kacamata hitam atau topi, untuk mencegah pekerjaan saya terganggu karena ada saja yang meminta foto bareng,” kata dia.

Namun jika sedang bebas tugas, ia menyikapi hal itu dengan santai apalagi karena bukan hanya di Indonesia orang mememanggilnya dengan ‘Obama’.

Di dalam dan di luar negeri, banyak yang minta foto dengan Ilham Anas Obama

BERTUGAS DI AMERIKA

“Waktu saya ditugaskan ke AS, saya khawatir dengan proses pengurusan visa karena Kedutaan AS kan terkenal ‘seram,’ jadi dari jam 04.00 saya sudah antre di depan gedung dan masih pontang panting mengurus dokumen-dokumen.

“Tetapi begitu saya di dalam, kesan seramnya hilang. Petugas yang ada di loket visa tertawa melihat saya dan memanggil teman-temannya, dan mereka memanggil saya ‘Presiden Obama,’ dan itu lucu sekali,” kata Ilham.

Setiba di AS, kejadian-kejadian mengesankan tak henti dialaminya.  “Usai bekerja, saya dan teman-teman jalan-jalan ke mal dengan mengenakan setelan jas, di mal orang teriak-teriak heboh dan minta foto bersama, di lift banyak yang mengajak bersalaman, ternyata di sana pun saya dianggap mirip Obama,” kata dia.

BODY DOUBLE

Ada mitos bahwa negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat selalu menyimpan orang-orang yang mirip dengan presiden untuk dijadikan sebagai pengalih perhatian atau kerap disebut ‘body double.’

Ilham mengaku ia juga pernah didekati pihak-pihak tertentu untuk tujuan tersebut. “Walau tidak berbicara secara langsung tapi arahnya ke sana dan saya tidak mau karena itu bukan cita-cita saya… Lagi pula risikonya mati, ngapain coba, uang banyak tapi mati, buat apa?”

Tidak lama lagi rakyat AS akan menentukan pilihan siapa di antara Barack Obama dan Mitt Romney untuk memimpin negara itu empat tahun mendatang.  Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa siapa pun pemenang pemilu, selisih suara yang diraih akan sangat tipis.

Ilham lantas mengutarakan harapannya agar Obama dapat terpilih kembali dan ia menitipkan pesan untuk sang ‘saudara.’   (bbc/dms)