Saturday, 17 November 2018

Mahasiwa Ilkom UIN SGD Bandung Tolak Dilebur Dengan KPI

Rabu, 7 November 2012 — 17:50 WIB
uinbandung711

BANDUNG (Pos Kota) – Ribuan mahasiwa dan alumni Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung siap mengepung kampus bila Direktorat Pergurian Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama tetap melebur Ilmu Komunikasi dan digabungkan dengan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Rencana peleburan itu terpaksa harus ditolak lantaran Diktis dinilai kurang cerdas. “ Alumni dan mahasiswa sudah bersatu untuk menolak peleburan dan akan memperjuangkan Ilkom jadi Fakultas. Mereka tinggal menunggu perintah,“ kata Irman, seorang alumni yang aktif di media, Rabu.

Dia menjelaskan, peleburan Ilkom yang tertuang dalam surat edaran Diktis Nomor 1429 tahun 2012 per 31 Agustusdinilai kurang cerdas. Idelanya, Jurusan KPI yang dilebur dan digabungkan ke Ilmu Komunikasi. “ Semestinya Ilmu Komunikasi yang dijadikan ibu kandung ilmu bukan KPI,“ tandasnya.

Jurusan KPI lanjutnya merupakan bagian dari Ilkom. Bila perlu jurusan ini dirubah namanya menjadi Jurusan Penyiaran Islam (Islam Broadcasting) di Ilmu Komunikasi. “ Ilkom ke depan memiliki tiga jurusan, Jurnalistik, Humas dan Penyiaran. Bila perlu Ilkom sesegera mungkin dijadikan Fakultas. Ini merupakan konsekuensi dari perubahan Institut menjadi universitas dan permintaan pasar,“ tambahnya.

Di sisi lain Irman mengungkapkan, jurusan Humas dan Jurnalistik yang kini dimiliki Ilkom pangsa pasarnya sudah jelas dan cukup terbuka ketimbang jurusan KPI. Olehkarenanya, jika Diktis cerdas dan melihat realitas pangsa pasar Ilmu komunikasi harus dipertahankan. Jurusan KPI yang dilebur dijadikan jurusan ketiga di Ilkom. “Bila Diktis ngotot memberlakukan peleburan, kami pun aan ngotot menggelar demo,“ ancamnya.

Surat Edaran Diktis yang baru tersiar di kampus UIN merupakan tujuan Siktis untuk melakukan penataan program studi (Prodi) Perguruan tinggi Islam. Hanya, dengan munculnya surat itu membuat ribuan mahasiswa dan alumni kini resah.

Menyikapi persoan itu Rektor UIN SGD Bandung, Prof Deddy Ismetullah belum memberilkan penjelasan. Bahkan, beberapa wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi tidak berhasil dengan alasan Rektor ada di luar kota.

Ketua Jurusan Ilmu Kominikasi, Fakultas Dakwan Komunikasi, Drs. H. Enjang AS, M.Ag, M.Si, kepada wartawan memaparkan, mahasiswa dan alumni tak perlu resah terkait surat keputusan Diktis tersebut.

“ Kita harus arif menyikapi persoalan ini. Kita harus pandai menahan diri. Persoalan ini akan dibahas bersama rektorat,“ imbaunya.

Langkah yang akan dilakukan demikian Enjang, akan secepatnya mempertanyakan persoalan ini ke pimpinan kampus. “ Yang perlu diingat Ilkom optimis akan tetap hidup,“pungkasnya. (Dono)

Teks : Kampus UIN SGD Bandung