Friday, 23 August 2019

Malala Sampaikan Ucapan Terima Kasih

Jumat, 9 November 2012 — 16:38 WIB
Malala-Yousufzai-n

LONDON – Aktivis pendidikan remaja yang ditembak di kepala oleh Taliban di Pakistan berterimakasih pada pendukungnya di seluruh dunia.

Malala Yousafzai, 15, diterbangkan ke Queen Elizabeth Hospital, Birmingham, setelah ditembak di bus sekolah pada Oktober lalu.

Sang ayah, Zianuddin Yousafzai, mengatakan ia ingin mengucapkan terimakasih pada semua orang yang mendoakannya dan membantunya “bertahan serta tidak kehilangan semangat.”

Sementara itu, lebih dari 60.000 orang telah menandatangani petisi meminta agar Malala dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian.

Dokter di Birmingham, dimana Malala menerima perawatan spesialis, mengatakan ia berpeluang untuk kembali pulih.

Malala aktif memperjuangkan hak anak perempuan untuk mendapat pendidikan dan telah menulis sebuah buku harian untuk BBC Urdu ketika Taliban Pakistan menguasai kampung halamannya di Swat.

RIBUAN DUKUNGAN

Sejak penyerangan itu, remaja putri ini menerima ribuan pesan berisi ucapan dukungan dari seluruh dunia.

Yousafzai, sang ayah, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit tersebut mengatakan, “Ia ingin mengatakan pada semua orang betapa berterimakasihnya ia dan ia kagum pada pria, wanita dan anak-anak dari seluruh dunia yang memperhatikan kesehatannya.

“Kami sangat menghargai ucapan-ucapan yang menyentuh hati dari orang-orang di seluruh dunia dari segala kasta, warna kulit dan asal.”

Di Inggris, Shahida Choudhary telah memulai kampanye untuk menyerukan agar Malala mendapat Hadiah Nobel Penghargaan.

Ia mengatakan, “Malala tidak hanya mewakili satu wanita muda, ia berbicara untuk semua orang yang dilarang mendapat pendidikan hanya karena jenis kelamin mereka. Ada gadis-gadis seperti Malala di Inggris dan di seluruh dunia. Saya adalah satu dari mereka.

“Saya memulai petisi ini karena Hadiah Nobel Perdamaian untuk Malala akan mengirim pesan yang jelas bahwa dunia mengawasi dan akan mendukung mereka yang berjuang agar anak perempuan mendapat hak pendidikan.

Berbagai even direncanakan digelar di seluruh dunia hari Sabtu (10/11) untuk menandai satu bulan sejak Malala ditembak. (bbc/dms/foto:Reuters)